How Power Approach Can Make You Powerless

November 28, 2016 | RENE

Punya kekuasaan bisa jadi memberdayakan, membanggakan dan menyenangkan.

Bagaimana tidak? Keinginan, niat dan rencana bisa dijalankan lebih nyata, lebih besar dan lebih berkesinambungan dengan dukungan… kekuasaan.

read more

BLOG

Derap Keenam: SERAHKAN AKHIR

August 14, 2014| RENE

Walaupun kita telah hadir berkesadaran, walaupun kita telah ikhlas dalam kebersyukuran, walaupun nalar telah kita cerdaskan, walaupun raga telah kita benamkan, Hasil akhir bukanlah milik kita. Hasil akhir tak pernah kita punya. Karena sesungguhnya, kitapun bukan yang mengawali. Kita adalah […]

read more

Derap Kelima: BENAMKAN RAGA

August 13, 2014| RENE

Ketika kecerdasan telah hadir, kita perlu bersegera bertindak. Dengan membenamkan raga. Tenggelam dalam upaya menghasilkan karya. Berkaryalah demi karya itu sendiri. Bukan karena tepukan di punggung. Bukan karena pujian di bibir. Bukan pula karena hadiah di panggung. Berkarya adalah berproses. […]

read more

Productivity is about Completion

August 13, 2014| RENE

Kapan PA anda terakhir? Bagaimana hasilnya? Orang-orang kantoran tentu paham betul arti dua huruf ini. Bagi teman-teman yang masih awam, PA (performance assessment) atau evaluasi kinerja adalah istilah paling lazim dalam organisasi untuk menentukan pencapaian kerja pada kurun waktu tertentu. […]

read more

Derap Keempat: TAJAMKAN NALAR

August 9, 2014| RENE

Bernalar adalah fitrah. Bernalar hanya akan bermakna, ketika diawali dengan hadirnya sadar. Karena, sekali lagi, kesadaran, menjernihkan. Bernalar hanya akan tajam, ketika dikawal dengan rasa syukur. Karena, sekali lagi, syukur adalah energi. Ketika jernih (karena sadar) … dan energi (karena […]

read more

Derap Ketiga: SYUKURI SEMESTA

August 7, 2014| RENE

Ketika ikhlas telah sengaja dihadirkan, … melalui jiwa yang sadar… … mengawal anugerah nafas yang diberikan …. maka bekal terbaik untuk melangkah selanjutnya …adalah dengan bersyukur. Ya, bersyukur! Syukuri raga yang hadir. Syukuri nafas yang hadir. Syukuri rasa yang hadir. […]

read more

Derap Kedua: RASAKAN HATI

August 6, 2014| RENE

Nur yang dititipkan bersemayam di hati. Yang hanya berpendar ketika hati jernih, bening dan bersih. Hati yang beku, tak kuasa merasa. Hati yang beku, akan takluk pada nalar. Hati yang beku, memendam dendam. Jernihkan hati. Bersihkan hati. Agar ia bisa […]

read more

Derap Pertama: HADIRKAN JIWA

August 5, 2014| RENE

Segalanya bermuara dari diri sendiri. Di sini. Di saat ini. Bersengaja untuk sadar. Sadar akan kehadiran kita. Ketika kita bersengaja hadir, maka jiwa yang ada pun hadir. Ketika kita bersengaja hadir, maka semesta akan menghadirkan dirinya untuk kita. Semesta yang […]

read more

7 Derap Cahaya

August 4, 2014| RENE

Kita dititipkan percikan cahayaNYA. Cahaya yang menerangi hidup kita Cahaya yang sengaja dihadirkan di hati kita. Cahaya yang disabdakan sebagai nurani. Cahaya hati. Ia adalah penerang. Ia adalah lentera pikiran. Ia memberi makna hidup Agar cahaya berpendar, kita perlu sengaja […]

read more

We Always Get the Leader We All Deserve

August 4, 2014| RENE

Tempo hari saya melakukan riset kecil-kecilan dengan mengajukan pertanyaan pada orang-orang yang saya jumpai untuk memberikan penilaian tentang atasan mereka. Supaya tidak ribet saya hanya minta mereka memberikan nilai antara 1 sampai 10. Angka 1 mengindikasikan boss dari neraka sementara […]

read more

Focusing on Getting Better is Better than Being Good

August 2, 2014| RENE

Coba bayangkan ruang-ruang kelas tempat terjadinya interaksi guru dan murid-muridnya setiap hari di Republik ini. Kira-kira hal apa yang lazim diucapkan oleh guru setiap kali si murid berhasil memecahkan soal yang diberikan? Jika menjadikan pengalaman sendiri sebagai referensi, saya yakin […]

read more

Winning to Lose or Losing to Win?

July 27, 2014| RENE

Saya beruntung dibesarkan sebagai anak semata wayang oleh orang tua yang berkecukupan. Sejak masih merangkak hingga akhirnya keluar rumah sendiri, tidak ada rebutan mainan, tidak ada keharusan untuk berbagi dan tidak ada rivalitas antar saudara kandung atau dalam istilah kerennya […]

read more

Characters Determines Reputation

July 14, 2014| RENE

Jika anda dan saya sepakat untuk menamai lembaran koran yang anda pegang sekarang dengan sebutan selain “koran” – sebut saja “pel basah”, maka secara obyektif, bagi kita berdua, koran sudah tidak ada lagi dan diganti sepenuhnya oleh “pel basah.” Saat […]

read more

The Truth About The Truth

July 10, 2014| RENE

Jadi siapa sebenar-benarnya Rene Suhardono? Apakah ini soal judul pekerjaan yang saya lakoni sekarang, atau dimana saya tinggal atau mobil apa yang saya kendarai setiap hari? Atau bisa jadi berhubungan dengan rekam jejak saya dari dulu sampai hari ini – […]

read more

Ekspresikan untuk Kenali Diri Lebih Baik

July 4, 2014| RENE

“Do you really know who you are?” Seringkali semakin bertambah dewasa, seseorang semakin tidak tahu siapa dirinya. Semakin dewasa semakin banyak “noise” yang harus dihadapi dalam kegiatan sehari-hari. Karena terlalu banyak yang dipikirkan, terlalu banyak yang harus diputuskan, sehingga mulai […]

read more

The Illusion of Objectivity

June 30, 2014| RENE

Semua orang tua pasti punya cara pandang tersendiri tentang anak-anak mereka, terlebih untuk yang belum beranjak dewasa. Ibu saya punya kebiasaan memanggil saya sejak kecil dengan sebutan… ehm… “ganteng.” Jika kita belum pernah bertatap wajah, jangan langsung membayangkan wajah George […]

read more
10 of 14« First...9101112...Last »