Everything Great in Life Takes Time

October 2, 2017 | RENE

SCROLL TO READ

Lapis legit. Kue terfavorit saya sepanjang masa. Bentuknya biasa saja, monokormatik tanpa icing warna warni heboh seperti kue-kue modern namun saat menyentuh lidah, rasanya sungguh tiada tara. Sejak kecil sampai sudah punya anak-anak kecil, saya hampir tidak pernah bisa menolak jika disuguhi kue yang satu ini. Lapis legit istimewa bukan cuma karena rasanya tapi karena proses pembuatannya. Ibu saya pernah bilang untuk menikmati lapis legit perlahan, bukan dengan melahapnya sekaligus seperti tahu pong atau tempe goreng walaupun punya ukuran tidak jauh berbeda. Kenapa? Karena kita sepantasnya menghormati bagaimana kue ini dibuat… oleh para maestro dengan susah payah, dengan penuh kesabaran, selapis demi selapis. Adonan untuk satu lapisan dituang, disebar dan dibiarkan mendingin sebelum melakukan hal sama pada lapisan berikutnya. Terus menerus berulang hingga mencapai tinggi yang sesuai… biasanya 8 – 12 cm dengan masing-masing lapisan setebal 2-3 milimeter. Sehingga tidak heran jika harganya mahal.

Cerita lapis legit adalah cerita penghormatan terhadap proses, waktu dan usaha yang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada kiat khusus. Tidak ada tips. Jalani dan tekuni prosesnya, apa adanya. Sesuatu hal yang jarang dan bisa jadi bakal semakin jarang terjadi dalam kehidupan kita sekarang yang serba mudah dan dimudahkan. Lapar tengah malam? Beli fast-food lewat aplikasi. Ingin liburan mendadak ke belahan dunia manapun? Tinggal cari tiket lewat aplikasi lain. Perlu menuju ke alamat tertentu? Gampang, pakai saja aplikasi penunjuk arah. Bahkan saat butuh teman kencan bisa dilakukan semudah swipe kiri atau kanan pada aplikasi yang itu lho 😉  

Sekarang segalanya serba instan, praktis dan … mudah. OK-OK saja pada hal-hal tertentu, namun bisa jadi sangat jelek pada hal-hal lain. You can do anything – but not everything. Kemudahan mencari barang apapun lewat aplikasi, tidak bisa disamakan dengan kemudahan dalam berkarir dalam organisasi manapun. Kegampangan mencari teman kencan, juga lewat aplikasi, bukan berarti sama dengan kegampangan mematangkan hubungan cinta & pertemanan. Sementara kesepelean mencari tempat hiburan, masih lewat aplikasi, tidak bisa dipersamakan dengan kesepelean memunculkan kebahagian dalam diri.

Berkarir dengan bermakna, kematangan relationship dan kebahagiaan (baca: kedamaian) diri … ketiganya butuh proses, butuh perjuangan dan butuh waktu. Dan justru itu yang membuatnya jadi tetap istimewa – walaupun terasa berlawanan dengan kelaziman yang berlaku sekarang. Percayalah, waktu 1-3 tahun tergolong singkat dalam upaya memaknai pekerjaan, apalagi karir. Proses mematangan hubungan cinta dan pertemanan butuh belasan bahkan puluhan tahun. Dan proses meninggikan kesadaran diri untuk berdamai, bersyukur dan berbahagia bisa jadi butuh latihan seumur hidup.

Waktu bukan untuk disingkat, namun untuk dijalani, dirasakan dan dinikmati. Apa guna semua penunjuk waktu pada jam tangan berteknologi IOTS (internet of things), telepon selular dan laptop, jika masih belum sepenuh hati menjalani waktu yang tengah dijalani saat ini & disini? Manusia bisa hidup berminggu-minggu tanpa makanan, dan beberapa hari tanpa air, namun tidak satu manusiapun bisa hidup 1 detik lebih lama tanpa waktu – fakta ini berlaku tanpa mempedulikan siapapun dan dimanapun anda. Tidak ada kekayaan, kekuasaan & kehebatan yang bisa menghentikan waktu. When your time is up, you are done.

Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengecam, apalagi menolak teknologi. Sama sekali tidak. Namun apa manfaat teknologi jika tidak untuk memanusiakan manusia? Esensi pertanyaan ini terletak keistimewaan manusia saat mampu memanfaatkan setiap satuan waktu yang diberikan padanya oleh Allah Sang Pencipta untuk lebih merasakan, lebih mensyukuri dan lebih membaikkan. Jika tidak maka siapapun dia akan tergolong mereka yang merugi – sebagaimana mereka yang tidak bisa menghargai kue lapis legit. Until you value yourself, you won’t value your time. Until you value your time, you shall not do anything with it – Scott Peck.

Apakah anda pernah mengalami sebuah proses asyik dalam hidup yang perlu waktu, usaha, kegigihan? Bagaimana hasilnya? Bisakah kirim ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC. Saya tertarik membacanya. Terima kasih.