Living with Less Stuff, and (Hopefully) More Meaning

July 10, 2017 | RENE

SCROLL TO READ

Siapapun yang telah berulang tahun puluhan kali (seperti saya) pasti paham kalau momen ini bukan lagi perayaan bertambahnya usia, namun peringatan berkurangnya umur. Ucapan “happy birthday!” atau “selamat ul-tah ya”, bisa jadi terdengar seperti ini: “sudah berbuat apa selama ini?” atau “another year has passed, so what now?”

Sentimental ya? Well, that’s how I feel. Tanpa harus menyebut umur biar seru saja, sesuai dengan statistik

dari sumber kredibel, saya telah hidup cukup lama untuk menghabiskan kira-kira 5.130 kg beras, 4,500 butir telur, 382.5 kg tempe, 315 kg daging ayam dan 99 kg daging sapi.

Kok makanan semua? Namanya juga pecinta makan. Walaupun kalau boleh jujur, saya sudah pasti mengkonsumsi lebih dari angka rata-rata tersebut terutama daging ayam dan sapi. Selanjutnya, ratusan potong pakaian telah saya pakai, ribuan liter air telah saya minum dan ribuan liter oksigen saya hirup. Semua itu hanya sebagian kecil dari puluhan, ratusan atau bahkan ribuan barang-barang perintilan lain yang telah, masih dan (semoga) akan saya nikmati.

Sebut saja telepon genggam yang terdiri dari ribuan komponen yang diperoleh dari berbagai pelosok dunia. Ini baru satu dari belasan telepon genggam yang pernah saya miliki dan gunakan. Jika juga memperhitungkan barang-barang lain seperti mobil, televisi, microwave oven, kompor, game console maka bisa dibayangkan alokasi sumber daya yang harus dialokasikan untuk menyokong kehidupan saya seorang.

Dan apa yang telah kehidupan dapatkan dari kehadiran saya?

Kalau saja kehidupan saya bisa dibuatkan neraca, bagaimana perimbangan antara segala hal yang saya habiskan dengan semua hal yang saya hasilkan?

No one knows.

Begitu banyak barang telah saya konsumsi, akuisisi dan miliki atas nama kebutuhan pribadi walaupun lebih tepat saat kata “kebutuhan” diganti dengan kata “keinginan.”

Berapa banyak baju harus dimiliki untuk bisa disebut cukup?

Berapa banyak tas harus dipunyai?

Berapa banyak gadget harus dibeli?

Berapa banyak mobil – dengan jenis apa harus dinikmati?

Berapa banyak dan luas rumah, apartemen dst?

Keinginan, kebanggaan dan kesombongan untuk menghabiskan (dan menumpuk) banyak barang hanya menyisakan sedikit ruang untuk hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup ini.

Something need to change. I need to change something.

Terinspirasi dari inisiatif The Minimalists yang diusung oleh Joshua Milburn dan Ryan Nicodemus, saya berniat menggunakan momentum ulang tahun untuk mengkaji, menata dan membongkar ulang definisi kebutuhan pribadi. Detailnya silahkan baca di blog mereka yang inspiratif.

Namun singkatnya bisa disampaikan sebagai berikut:

Barang adalah alat, bukan tujuan.

Membeli barang bukan berarti membeli kebahagiaan.

Memiliki barang sepantasnya sesuai kebutuhan, bukan keinginan, apalagi kesombongan.

Membeli, mengkonsumsi dan memiliki secukupnya bukan soal penghematan, peniadaan dan pemaksaan – namun justru untuk memunculkan ruang lebih luas dalam kehidupan untuk pengalaman baru, pertumbuhan baru dan keasyikan baru.

Tulisan ini adalah bagian dari janji pada diri sendiri untuk memulai hidup yang lebih bermakna dengan lebih sadar membeli, mengkonsumsi dan menikmati. PR masih panjang, sangat panjang. Dan saya berharap bisa menceritakan perlajalan ini pada waktunya.

Langkah pertama?

Selain barang-barang pribadi, dalam waktu dekat saya akan mendonasikan buku-buku koleksi pribadi untuk inisiatif #bookbooth yang digerakan oleh kawan-kawan @LimitlessCampus.

Apa itu? Anda akan menjumpai buku-buku saya pada beberapa tempat untuk dipinjam dan dibaca secara cuma-cuma. Ongkosnya hanya menempatkan 1 buku untuk mengganti 1 buku yang anda ambil atau pinjam. Harapannya, buku-buku ini akan lebih banyak beredar dan bermanfaat untuk banyak orang. Semoga!

Pernah bereksperimen dengan hidup anda saat berulang tahun? Apa aja yang pernah anda lakukan dan bagaimana hasilnya? Silahkan berbagi ceritanya ke rene.canoneo@gmail.com atau Instagram/Instagram: @ReneCC.

Saya tertarik membacanya. Terima kasih.