Reinventing Work-Life

June 4, 2017 | RENE

SCROLL TO READ

Bayangkan masuk ke sebuah tempat kerja yang bukan cuma lengkap dan nyaman, namun didesain dengan apik dan penuh segala bentuk keasyikan serupa dengan anak kecil saat masuk ke theme park. Bukan cuma kopi, teh dan berbagai minuman yang tersedia secara gratis, namun desain indoor, acara-acara yang secara reguler dilangsungkan terkait dengan bisnis, pendidikan, kesehatan dan … kehidupan. Pembicaranya beragam – mulai dari anggota tempat ini hingga penulis dan pembicara kondang yang secara khusus didatangkan. Kongkow bisa terdiri dari beberapa orang hingga puluhan bahkan ratusan orang – bisa jadi secara simultan. Orang-orang yang menghuni tempat kerja ini berasal dari beragam profesi dan organisasi. Bukan hanya startup atau perusahaan mikro berisikan satu atau orang yang tergabung disini, namun juga korporasi besar dan petinggi korporasi raksasa. Tempat ini bernama WeWork dan telah beroperasi di 16 negara dan puluhan kota di pelosok dunia. Saat berkesempatan mengunjungi salah satu cabang WeWork di Montreal, tampak karyawan dari 3 divisi dari IBM Montreal, Google, Salesforce bahkan Royal Bank of Canada turut menghuni work-space ini.

Apa lagi? Semua orang yang tergabung disana terhubung oleh sebuah aplikasi yang bisa dengan mudah mengetahui siapa sedang mengerjakan apa dengan siapa dimana. Ini ibarat super highway kolaborasi yang bisa dimanfaatkan siapapun. Mencari tenaga lepasan untuk mendesain situs dunia maya? Atau butuh pertolongan mereka yang paham seluk beluk “jualan” di media sosial? Atau mungkin tertarik untuk mendalami sebuah industri tertentu? Semua dimungkinkan dengan menekan beberapa tombol. Saat ini aplikasi tersebut berisikan 100,000 anggota dari seluruh dunia, dalam waktu dekat angka ini akan berlipat ganda sejalan dengan pertumbuhan konsep ruang kerja baru yang ditawarkan WeWork.

Apa yang ditawarkan WeWork sebenarnya sudah mulai lazim di Indonesia dengan judul coworking space. Saya dan beberapa kawan juga pernah mengoperasikan sebelum akhirnya harus ditutup karena pendapatan tidak bisa mengikuti kenaikan pengeluaran terutama biaya sewa. Namun apa yang membedakan WeWork adalah kemampuan mereka meningkatkan skala dalam waktu relatif singkat tanpa mengorbankan semangat dan kualitas. Team WeWork yang tidak lebih dari 2000 orang mampu melakukan banyak hal sembari terus berekspansi mengambil alih tempat-tempat vacant dan menjadikannya bagian dari ekosistem WeWork. Perhatikan bagaimana WeWork bisa telah berdiri di 40 lokasi di kota New York yang terkenal padat dan mahal.

Apa yang mereka tawarkan adalah pendekatan baru dalam memanfaatkan ruang untuk bekerja dan berkarya. Kenapa setiap organisasi harus berpusing-pusing mengupayakan tempat sendiri? Kenapa setiap pebisnis tidak memusatkan perhatian pada 3 hal terpenting saja dan membiarkan hal-hal non esensial seperti berhubungan dengan landlord dan pengelolaan properti jadi urusan WeWork? Kenapa harus bekerja sendiri membangun network jika bisa menjadi bagian dari ekosistem hebat beranggotakan orang-orang keren seperti WeWork? Hal-hal ini yang mendasari pertumbuhan dahsyat inisiatif ini. Tidak heran WeWork seringkali disebut sebagai Airbnb dunia work-space.

Adam Neumann, pendiri WeWork mengungkapkan bahwa kualitas diri sebagai manusia tergantung dari orang-orang yang ada di sekitar kita baik itu keluarga ataupun lingkup kehidupan kerja dan karya. Dia ingin WeWork menjadi medium agar setiap orang bisa dengan segera menjadi bagian dari ekosistem yang memunculkan karya. Bahkan perusahaan-perusahaan besar juga telah menyepakati kebutuhan untuk bertumbuh kembang sebagai bagian dari ekosistem.

Kehadiran WeWork dan inisiatif serupa akan merekonstruksi cara orang bekerja & berkarya. Pada saat yang sama, tatanan industri properti terutama untuk ruang kerja juga akan bergeser. Properti tidak akan lagi dilihat sebagai kualitas bangunan dan kelengkapan fisik belaka, namun sebagai organisme yang hidup dan bertumbuh kembang. Kemampuan menghadirkan gedung semata tidak akan lagi mencukupi kebutuhan cara kerja abad 21. Pertanyaan terpenting sekarang: Peran apa yang akan anda, saya dan kita bisa ambil dari pergeseran ini? Tulisan ini saya tutup dengan mengutip pernyataan dari Albert Einstein: “If you always do what you always did, you will always get what you always got.”

Ceritakan tempat kerja paling WOW yang pernah anda datangi. Dan kenapa? Silahkan berbagi ceritanya ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC. Saya ingin sekali membacanya.