The Future is Here, but Not Everywhere

May 28, 2017 | RENE

SCROLL TO READ

Michael Jackson tampil total dan memukau dengan nyanyian dan tarian “Slave to the Rhythm.”  Kostum jaket keemasan bergaya jendral perang Napoleon, celana ketat merah dan sepatu boot kulit tinggi tampak pas pada tubuhnya yang ceking namun lentur dan lincah. Pertunjukan yang tidak sampai 5 menit disajikan dengan apik terlebih bersama 8 penari latar yang membuat segalanya tampak wow banget. Michael tampak penuh keringat namun tetap bugar. Tidak ada tanda kelelahan sedikitpun dari wajahnya. Jika Anda fans berat Michael Jackson seperti saya, pertunjukan ini sungguh mengharu-birukan dan menguak kembali memori zaman 80an saat saya remaja dulu.

Apa yang menarik dari cerita ini selain urusan sentimental penulisnya sebagai remaja tempoe doeloe? Banyak! Pertama, pertunjukkan tersebut terjadi di Billboard Music Awards tahun 2014… atau kira-kira 5 tahun setelah sang mega bintang bernama Michael Jackson wafat. Ya! Michael Jackson yang tampil setelah Michael Jackson manusia adalah kreasi teknologi yang diambil dari rekaman video beberapa saat sebelum meninggal. Kedua, Michael Jackson yang bukan manusia (atau sebut saja hologram) tidak lagi tergantung pada mood dan kondisi fisik sama sekali. Hologram ini bisa ditampilkan kapan saja dan dimana saja selama dukungan teknologi bisa terpenuhi. Terakhir, pertunjukan ini menggambarkan siapa saja – termasuk mereka yang belum pernah kenal Michael Jackson, termasuk anak-anak dan keturunan saya yang belum lahir di dunia bisa ikut menikmati penampilannya.

Satu pertunjukan yang berpotensi mengubah wajah dunia entertainment yang selama ini dikenal relatif imun terhadap arus perubahan. Teknologi saat ini memungkinkan siapapun bisa ditampilkan dalam bentuk hologram termasuk Beatles, ABBA atau bahkan Frank Sinatra. Apa lagi? Siapa bisa menerka bintang film masa depan bukan lagi manusia… namun hologram yang dibuat menyerupai manusia paling sempurna. Who knows? Selamat datang di masa depan yang sudah terjadi saat ini walaupun belum terjadi dimana-mana.

Apa lagi? Pernah dengar Alibaba Singles’ Sale Day? Silahkan google nama Alibaba dan Jack Ma jika Anda baru kali ini mendengarnya. Singkat kata Alibaba adalah perusahaan ecommerce raksasa dari Cina. Dan Singles’ Day Sale adalah hari inisatif jualan besar-besaran lewat ecommerce dalam raya perayaan Guanggun Jie atau hari bagi para lajang. Dalam satu hari di awal bulan November 2016, Alibaba mencatatkan total penjualan senilai USD 17.8 milyard. Sekali lagi, ini transaksi SATU HARI. Angka ini setara dengan 2.5x pemasukan setahun Facebook di 2016 atau kurang lebih 3.2x APBD Pemerintah DKI tahun 2016 senilai Rp. 7.2 Trilyun (kurs US$ 1 = Rp. 13.200).  Bayangkan apa artinya bagi pemilik UKM atau mal atau apapun.

Siapapun Anda, dimanapun Anda bekerja dan apapun mata pencarian Anda – saya dan kita semua saat ini tengah berhadapan dengan ketidakpastian nyata yang bisa jadi menyesakkan.. atau mungkin justru melegakan. Segala pakem, sistem, ajaran yang pernah kita tahu seumur hidup kita tentang apapun bisa saja tidak lagi relevan. Mungkin efeknya masih belum terlalu bisa dirasakan untuk dikhawatirkan namun apapun itu – masa depan dengan segala bentuk dan keanehannya… sudah terjadi. Sekali lagi walaupun belum terjadi pada semua tempat.

Apakah pertunjukan hologram Michael Jackson berarti semua profesi seni terancam? Mungkin. Belum tentu. Bisa saja. Apa artinya jika artis-artis yang sudah lama wafat bisa dengan terbuka bersaing dengan artis-artis yang masih hidup? Mungkin tidak sekarang. Belum. Apakah nilai penjualan fantastis Alibaba mengandung makna penjualan secara tradisional akan semakin menyempit? Lagi-lagi jawabannya: Mungkin. Belum tentu. Bisa saja. Apa artinya semua ini untuk hidup Anda? Silahkan Anda jawab sendiri. Apapun itu, ungkapan dari Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln ini bisa dijadikan sebagai pegangan: “The best way to predict your future is to create it.”

Apa pekerjaan / usaha Anda saat ini?  Apa kekhawatiran terbesar Anda terkait dengan perubahan-perubahan yang terjadi terhadap pekerjaan / usaha Anda? Silahkan berbagi ceritanya ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC. Saya ingin sekali membacanya.