Create and Grow

May 24, 2017 | RENE

SCROLL TO READ

Tulisan  tentang “Serve before you deserve” rupanya memicu beberapa pembaca untuk menyampaikan opini, mengajukan pertanyaan dan meminta elaborasi lebih lanjut. Jika Anda tidak sempat membacanya, pembahasan utama tulisan tersebut adalah colekan agar tidak sekedar berprofesi untuk dibayar atau bekerja untuk digaji. Tidak ada yang salah dengan menerima kompensasi, namun lebih awal, lebih penting dan lebih relevan – adalah untuk memastikan kontribusi diri pada organisasi. Sehingga gaji bukan sekedar konsekuensi status kepegawaian dan kehadiran. Serta kenaikan gaji bukan soal karena telah setahun bekerja lebih lama atau terkait standar penggajian industri belaka.

Ada yang mengomentari agar tulisan tersebut dibaca oleh segenap pejabat pemerintahan dan pemangku amanat organisasi agar tidak sekedar bekerja demi jabatan, manfaat dan kompensasi. “Boleh. Silahkan saja” – jawaban saya. Ada juga yang mempertanyakan apakah artinya standar penggajian sama sekali tidak diperlukan? Tidak juga. Standar gaji bermanfaat untuk industri dan pekerjaan yang telah memiliki standar baku – namun itupun patut senantiasa di-check dan recheck relevansinya dengan perkembangan pesat (baca: perubahan dahsyat) yang terjadi pada iklim usaha dan organisasi saat ini. Contoh: Apakah masih relevan mempertanyakan standar gaji untuk pekerjaan-pekerjaan yang semakin menghilang – atau menjadi irelevan bagi organisasi dan bisnis? Bayangkan profesi penjaga pintu tol saat semua pintu tol telah beralih jadi otomatis. Bayangkan juga profesi kasir, teler, agen asuransi bahkan manajemen madya saat peran mereka semakin tergantikan.

Terakhir, ada pula yang khawatir kalau cara pandang seperti ini justru akan membuat tenaga kerja dieksploitasi seenaknya oleh tempat kerja mereka. Bukankah setiap orang pasti membawa kompetensi dan pengalaman yang harus dihargai bahkan sebelum mulai berkontribusi? Nah, ini menarik. Perjanjian kerja antara organisasi dan individu wajib diawali oleh prasangka dan itikad baik dari, oleh dan untuk kedua belah pihak. Tidak akan ada hal baik yang muncul dari perasaan diperlakukan tidak adil – terlebih lagi perasaan dimanfaatkan. Opsinya hanya dua: Klarifikasi posisi masing-masing untuk kesepahaman atau sudahi saja hubungan kerja.

Kompetensi dan pengalaman individu adalah adalah janji akan kontribusi individu yang bersangkutan pada organisasi. Dan janji tidak berarti banyak saat belum dipenuhi. Perusahaan berskala (lebih) besar mungkin (lebih) bisa menoleransi jeda antara janji dan realisasinya. Sebaliknya juga berlaku. Percayalah, kompetensi dan pengalaman tanpa diimbangi oleh attitude (baca: ketulusan berperilaku positif sebagai bagian dari team) dan effort (baca: kegigihan, keluwesan dan ketahanan) tidak akan berarti banyak.

You eat what you kill. Kalimat ini diilhami oleh cara kerja nenek moyang kita saat harus berburu sebelum bisa menikmati hasilnya. Semua wajib mengambil peran dan semua akan menerima manfaatnya – atau kelaparan saat buruan tidak diperoleh. Tatanan kerja modern tidak sepantasnya melupakan fundamental kerja-karya-kontribusi ini.

Dunia usaha masa depan akan didominasi oleh lebih banyak organisasi berskala kecil. Dan bahkan organisasi besarpun cenderung akan memecah dirinya kedalam banyak organisasi kecil dan independen dalam menuntaskan banyak prioritas yang ditetapkan oleh organisasi induk. Kenapa harus kecil? Agar dapat bergerak lebih lincah, gesit dan cepat sekaligus beradaptasi pada setiap perubahan iklim usaha. Organisasi semacam ini adalah ruang karya bagi mereka yang paham peran dan cara berkontribusi. That’s the way of the new economy – whether you like it or not. Whether you are ready or not.

Berapa sih gaji yang pantas? Jawabannya akan muncul saat bisa menjawab 3 pertanyaan ini terlebih dulu:

  1. Apakah paham asal muasal gaji tersebut (baca: kinerja organisasi)?
  2. Apa peran diri dalam pencapaian kinerja organisasi?
  3. Apa peran diri dalam menjaga kesinambungan kinerja organisasi?

Sehingga kontribusi – dan kesinambungannya adalah denominasi paling relevan bagi organisasi dan individu. The only thing you should insist upon from your organization is your room to create – and to grow.

Apa prinsip yang anda yakini tentang bagaimana Anda – atau orang lain layak dikompensasi? Please elaborate. Silahkan berbagi ceritanya ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC.