Disrupt Yourself!

February 4, 2017 | RENE

SCROLL TO READ

Apapun yang mengantar kita ke titik ini tidak akan sama dengan apapun yang dibutuhkan untuk mengantar kita ke titik selanjutnya. Apa maksudnya? Jika dibayangkan saat ini betapa absurd cara kita menikmati musik belasan tahun lalu? Sebut saja vinyl, kaset dan CD sebagai medium yang harus dibeli – untuk memiliki sebelum akhirnya bisa menikmati musik. Sekarang hampir-hampir tidak ada keperluan untuk memiliki lagu dan musik. Bahkan dengan teknologi artificial intelligence pada Spotify, Apple music atau yang serupa, platform musik bisa memprediksi selera musik melalui pilihan musik yang telah dinikmati selama ini. Lebih jauh lagi? Pernah dengar SONOS? Mereka bahkan tengah mengembangkan musik yang diperdengarkan atas dasar “kebutuhan” orang yang memasuki ruangan dengan membaca denyut nadi, ekspresi wajah dan besaran lensa mata (pupil). SONOS juga mampu membaca sentimen yang dirasakan saat orang memasuki ruangan lewat pilihan kata-kata yang diposting lewat social media seubelumnya. Bayangkan saat anda butuh bersantai maka lagu-lagu relevan akan diputarkan dan sebaliknya.

Ini semua baru membicarakan tentang musik. Apa yang akan terjadi pada industri otomotif saat perusahaan-perusahaan teknologi terdepan berencana meluncurkan mobil tanpa supir. Kenapa? Untuk meniadakan kecelakaan lalu lintas akibat faktor kesalahan manusia (sebagai penyebab dari 99.9% kecelakaan lalu lintas). Bagaimana pula dengan industri perbankan, energi, lifestyle dan segala industri lain di muka bumi. Perubahan terjadi dengan kecepatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Konsumen senantiasa butuh bentuk-bentuk solusi baru. Pesaing – dalam industri yang sama atau dari industri sama sekali berbeda – akan selalu memunculkan temuan, taktik dan upaya baru untuk mengguncangkan status quo yang dengan mati-matian berusaha dipertahankan. Oh, Kodak (perusahaan photography terkemuka yang paling awal mematenkan photografi digital tahun 2001) harus menyatakan diri pailit tahun 2011 bukan karena pesaing dari industri yang sama. Apa jadinya dengan industri yang tengah anda geluti saat ini?

To stay relevant, you need to maintain your life and career in beta. Inisiatif, inovasi dan terobosan baru senantiasa dibutuhkan untuk menjembatani dunia saat ini dan masa depan. Pertanyaannya sekarang,

pola pikir dan cara pandang macam apa yang dibutuhkan agar diri senantiasa relevan dalam menghadapi periode ketidakpastian ini?

First, it’s not about what happen to you – it’s about how you respond to what happen to you. Apapun bisa terjadi pada siapapun – dan kapanpun. Pertanyaannya apa yang akan dilakukan kemudian? Apakah akan berpangku tangan menyesali nasib, menyalahkan semua pihak dan merasa diperlakukan tidak adil? Atau sebaliknya, menerima apapun yang terjadi sebagai kenyataan baru yang harus dihadapi?

Second, it’s not only about learning from the past – it’s about learning from the future as it emerges. Kalimat ini dicetuskan oleh Prof. Otto Scharmer dalam buku dahsyat “U Theory.” Singkatnya, pelajaran tidak hanya diperoleh dari masa lalu sebagaimana prinsip-prinsip best practices. Kenapa? Karena masa depan punya kondisi, situasi dan tantangan yang sama sekali berbeda. Sehingga cara lain untuk belajar adalah melalui masa depan saat mulai menampakkan wujudnya. Contoh: Dengan kemunculan teknologi digital finansial dan belajar dari inovasi disruptif pada dunia transportasi, bagaimana wujud industri perbankan 5-10 tahun lagi?

Last one, it’s not about looking for opportunity – it’s about making it happen. Tidak ada terobosan jika terus menerus mempertanyakan “Ada peluang apa?” atau “Pekerjaan / bisnis apa yang paling menjanjikan untuk tahun 2017?” Para penggagas terobosan hebat senantiasa memunculkan peluang dalam berbagai kesempatan tanpa harus menunggu. Apple mendobrak industri piranti komputer dengan memperkenalkan aspek mindful design pada setiap produknya. Tesla memunculkan cara baru agar energi dari sumber-sumber terbarukan bisa tersimpan lebih baik pada kendaraan atau peralatan lain.

Ketiga fundamental diatas adalah landasan cara pandang menjalani hidup dengan terus belajar, bertumbuh-kembang dan beradaptasi. Apalagi jika tidak untuk senantiasa menjadi relevan ditengah arus perubahan dahsyat seperti sekarang. Dan segala hal hebat bermula dari diri sendiri. Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself – Leo Tolstoy.

Apa observasi anda atas satu perubahan dahsyat di sekitar anda? Apa yang terjadi dan apa opini anda? Mohon kirim cerita ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC.