The Things You Wanted – and Did Not Get. Now What?

December 17, 2016 | RENE

SCROLL TO READ

Pernah punya kehendak, keinginan dan ke’pengen’an yang tidak kesampaian? Punya cita-cita tertentu saat masa kecil yang sekarang cuma sekedar jadi angan-angan belaka atau bahan tawa mungkin? Kalau ada lomba soal ini boleh jadi saya juaranya! Cita-cita setiap minggu bisa berubah tanpa punya pola tertentu. Sebut saja sebagian yang masih saya ingat: pengen jadi chef, arsitek, musisi, astronom, penerbang tempur, dokter bedah jantung (ya, harus dokter spesifik), astronot yang Mars hingga arkeolog advonturir bagaikan Indiana Jones (silahkan google bagi yang bingung). Hasilnya…. tidak ada satupun yang kesampaian. Bentuk kepengenan lain? Mungkin pernah sangat ingin bekerja di perusahaan digital kondang bergaji besar dan berkantor keren seperti Google, Facebook, OLX Indonesia, Bukalapak atau Tokopedia? Atau menikahi sang pujaan hati yang sudah dipacari beberapa tahun? Apapun itu, siapapun dari kita hampir selalu punya keinginan yang … meleset alias tidak tercapai.

Keinginan tidak tercapai? Tidak ada yang baru. Dan tidak ada yang aneh soal ini. Jika bisa dibuat statistik untuk setiap keinginan dan realisasi maka proporsi rata-rata manusia mungkin dibawah 10% atau bahkan lebih rendah lagi. Hanya 1 dari 10 keinginan atau lebih yang akhirnya terpenuhi. Kalaupun terpenuhi juga belum tentu 100% sesuai harapan awal. Bener gak? Now, here are the two big questions: What do you think about not getting what you wanted – And what to do about it?

Never focus on what went wrong. Jawaban rata-rata saat tidak memperoleh yang diinginkan sudah pasti tercermin dalam kata-kata ini: Kecewa, sedih, marah, galau dan kesal! Terlebih apabila memang sudah pengen banget. Ada perasaan tidak memperoleh perlakuan adil – dan lebih buruk lagi, saat kemudian patah semangat yang segera disusul oleh perilaku masa bodoh. Respon ini tergolong wajar mengingat sebagian besar dari kita hidup dan bertumbuh kembang dalam budaya yang sangat merayakan keberhasilan dan sedapat mungkin melupakan kegagalan. Nah termasuk didalamnya kegagalan meraih segala bentuk keinginan yang diidam-idamkan.

Learn to steer the wheel to a different direction. Terlalu sedikit diantara orang tua, guru dan para pemimpin di negeri ini yang secara nyata melihat hidup bukan sekedar soal pencapaian – namun berproses, bertumbuh dan berkembang. Dalam kacamata ini setiap tidak terpenuhinya suatu keinginan bisa jadi justru berkah, kabar baik dan sesuatu yang perlu dirayakan. Proses gagal – dan berhasil, tercapai – dan meleset serta pencapaian – dan kemunduran, adalah bagian dari perjalan menjadi diri sendiri dalam versi paling keren.

Gagal memperoleh yang diinginkan adalah sinyal dalam kehidupan untuk banting stir dan mungkin untuk buat jalan baru. Hidup saya sangat jauh dari yang pernah saya idam-idamkan dulu. Namun sekarang saya sama sekali tidak ingin menukarkannya dengan kehidupan idaman versi angan-angan. Jadi sebelum berkeluh kesah keinginan tidak kesampaian, ada baiknya mempertimbangkan 3 hal berikut:

Pertama, never focus on what went wrong. Terlalu banyak pemikiran tentang apa yang salah terlebih tentang hal-hal yang gagal diperoleh. Selain membuang banyak energi, pemikiran seperti ini tidak akan baik untuk kelanjutan hidup. Bukan optimisme yang terbentuk, justru sebaliknya. Bahkan jika sudah sedemikian mendominasi, pemikiran ini akan membuat diri enggan – takut berusaha.

Kedua, make a list of your successes. Ya, memang tidak berhasil, gagal dan meleset – tapi coba perhatikan hal-hal yang berhasil dalam proses itu. Gagal dapat pekerjaan idaman? Perhatikan hal-hal apa yang membuat mereka paling tidak tertarik untuk bertemu. Apa proses baik yang sudah berjalan dan seterusnya. Sekecil apapun yang yang berjalan baik perlu dicatat.

Terakhir, minta feedback. Tanggapan dan respon apapun adalah bekal untuk menjadi lebih baik.

Jalankan ketiga hal ini dan bisa jadi anda bisa berkata seperti ini: “Not getting what you want turns out to be my blessings in life.

.

Pernah mengimpikan, mengangankan dan menginginkan sesuatu namun meleset? Apa yang terjadi dan apa yang anda lakukan? Saya ingin tahu ceritanya – mohon kirim ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC.