A Team is Not A Family

October 15, 2016 | RENE

SCROLL TO READ

Organisasi kami istimewa karena kantor sudah bagaikan rumah kedua dan rekan-rekan sekerja tidak ubahnya seperti saudara-saudara sendiri.” … “Hal yang paling dibanggakan perusahaan ini adalah suasana kekeluargaan yang melandasi setiap interaksi dan aktivitas kerja sehari-hari para pemimpin dan segenap pegawai.” … pernah dengar ucapan dan komentar serupa ini dong? Bagi saya sudah sering. Istilah kekeluargaan, kekerabatan, keakraban hingga rumah sudah terlampau lazim digunakan untuk menggambarkan tempat kerja… yang bagus. Organisasi dipersamakan dengan keluarga besar. Team dipersamakan dengan keluarga inti. Dan kantor… dipersamakan dengan rumah atau mungkin lebih tepatnya hunian yang homey.

Salah? Sekilas sama sekali tidak ada masalah, bahkan justru sebaliknya. Bukankah bagus jika semua orang yang terlibat dalam organisasi bisa saling mempercayai, mengasihi dan mendukung satu sama lain? Bukankah ini kultur yang Indonesia banget yaitu dengan mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong? Lagi pula, siapa sih yang tidak mau bekerja dengan boss besar bagaikan ayah sendiri. Atau rekan kerja bagaikan kakak kandung kita yang baik hati?

So there is absolutely nothing wrong then? Wrong! Keluarga adalah kumpulan orang-orang yang hidup, berinteraksi dan bertumbuh kembang didasari oleh kelaziman dalam peran sebagai orang tua, anak, kakak dan adik. Kelaziman yang dibangun sejak dini untuk hidup bersama sebagai keluarga. Disana terdapat toleransi lebih besar. Disana semua pemikiran, ucapan dan tindakan didasari pertimbangan kesamaan values yang terbentuk sejak lahir. Dan, everything is personal in the family settings. Keluarga yang baik adalah support system bagi segenap anggotanya untuk menjadi diri sendiri dan memulihkan diri. Keluarga adalah kenyamanan.

Having a family is great but a great team is totally different. Berbeda dengan bisnis, organisasi – dan team, keluarga tidak secara alamiah dibangun untuk berkompetisi atau mencapai hal-hal dahsyat. Menjadi anggota team artinya menerima tanggung jawab penuh atas segala peran yang dipercayakan. Dalam team – dan organisasi keren, setiap anggota punya tanggung jawab untuk menjadikan anggota lain lebih cepat, lebih hebat dan lebih baik – setiap saat. Dalam organisasi, penggantian, pemindahan bahkan pemutusan hubungan professional adalah sesuatu yang sangat wajar. Dalam keluarga tidak ada istilah dipindahkan, dimutasikan dan diberhentikan, bukan?

Team should never be comfortable with status quo. Alasan terpenting bisnis, organisasi dan team bukan – dan tidak perlu dipersamakan dengan – keluarga adalah ketegasan untuk tidak sekedar menjadi ala kadarnya dengan menerima status quo, apapun itu. Ketegasan untuk menolak status quo adalah karakteristik yang hampir selalu tidak dimiliki keluarga. Bisnis, organisasi dan team didesain untuk TIDAK membuat orang-orang didalamnya merasa terlalu nyaman.

Everybody has a role to play in a team – and absolutely 100% accountable for that. Kenyamanan bagai berada dalam naungan keluarga akan sangat berbahaya untuk keberlanjutan organisasi. Sebaliknya, ketidaknyamanan terhadap status quo akan memaksa setiap anggota organisasi untuk berpikir, bekerja dan berkarya secara relevan dan terus menerus. Lebih jauh dari itu, mereka bahkan juga bakal memahami saat peran mereka sudah dicukupkan. Then it’s time to move on.

Organisasi selayaknya dipersamakan dengan team olah raga professional yang sangat paham kekuatan diri, berani ambil peran dan terus menerus meningkatan kecakapan diri dan kinerja team. Organisasi senantias membutuhkan upaya terbaik dari orang-orang paling relevan. Konsekuensi selalu ada bukan karena urusan pribadi, namun karena memang peran masing-masing yang harus dijalankan. In a family, it’s all about power while in a team, it’s all about the role you play. I am not your father – nor brother. I am the leader / manager / supervisor / coordinator. I have a job and so do you. Let’s do our jobs in a way that amazes us!

OK, bisakah ceritakan peran anda dalam organisasi – dan kira-kira apa yang akan terjadi pada organisasi jika anda tidak menjalankan peran itu dengan baik? Apa pelajaran-pelajaran penting yang anda petik dari sana? Kirim tulisan, cerita dan komentar ke rene.canoneo@gmail.com / twitter & Instagram: @ReneCC.