Accept this: Your Team is Smarter than You

June 27, 2016 | RENE

SCROLL TO READ

Dalam sebuah perdebatan di ruang meeting terucap kalimat ini oleh si boss kepada para anggota teamnya: “Tugas kalian adalah membuat saya (tampak) lebih tahu, lebih paham dan lebih cerdas!” Walaupun terdengar arogan bisa jadi ini adalah ekspresi jujur yang jarang diakui oleh banyak boss pada banyak organisasi. Pada satu sisi, saya pastikan perkataan ini masih lebih baik dibandingkan para boss yang merasa superior dan tidak butuh apapun dari siapapun termasuk anak-anak buahnya. Namun pada sisi lain, perkataan ini menunjukkan minimnya pemahaman tentang dinamika team (baca: manusia) dalam organisasi. Salah satu fundamental terpenting yang dilupakan adalah bahwa tidak ada satu manusiapun yang lebih cerdas dibandingkan kecerdasan kolektif. Fundamental ini akan senantiasa terjadi dengan beberapa catatan tentunya.

Nah, salah satu hal terburuk yang kerap kali muncul pada organisasi saat ini adalah pemberian tanggung jawab mengelola team bagi mereka yang belum siap. Team bukan sekedar pembantu serabutan walaupun memang seringkali harus bekerja seperti itu. Anak-anak buah bukan cuma pelengkap penderita yang harus patuh menerima perintah dan taat menjalankan komando tanpa pilihan apapun. Dan ini gong-nya, punya bawahan sama sekali bukan sekedar lambang agar si atasan (tampak) lebih hebat, lebih penting dan lebih berkuasa.

A team is a team. Punya team adalah sebuah kehormatan untuk bekerja, berkarya dan berkreasi bersama. Menjadi bagian sebuah team adalah menyepakati untuk berbagi waktu, ruang dan aspirasi – dalam proses tumbuh kembang menjadi diri sendiri yang terbaik. Memimpin sebuah team tidak sama dengan menjadikan diri lebih besar, lebih hebat dan lebih berkuasa dibandingkan yang lain. Se-baliknya, memimpin sebuah team adalah mengambil peran untuk senantiasa memastikan setiap anggota team berproses menjadikan diri dan memberikan yang terbaik.

Your team is (almost always) smarter thank you. Dalam skenario terbaik, sebuah team akan memunculkan kecerdasan kolektif yang berkali lipat lebih cerdas dari individu yang paling cerdas dalam team sekalipun. Pemikiran bahwa si boss atau atasan paling cerdas adalah pemikiran usang yang berbahaya. Apalah arti pemikiran, pengalaman dan pengetahuan satu orang dibandingkan gabungan pemikiran, pengalaman dan pengetahuan banyak orang?

Group intelligence has little to do with individual intelligence. Kecerdasan kolektif tidak semata tergantung pada kecerdasan masing-masing team dalam individu tersebut. Dalam sebuah kajian longitudinal oleh ilmuwan Harvard yang dihadirkan dalam Harvard Business Review tahun 2011 dinyatakan kalau sebuah team yang seluruhnya beranggotakan Doktor belum tentu menghasilkan lebih banyak karya – atau karya lebih baik, jika dibandingkan team efektif yang tidak beranggotakan satu doktor sekalipun.

Diversity is the gateway to awesomeness. Jika demikian apa yang jadi penentu keren atau tidaknya sebuah team? Jawabannya bisa jadi tak terduga yaitu variasi gender, ras dan keyakinan. Ya, dalam konteks masa kini, team keren butuh lebih banyak perempuan dan kelompok minoritas. Dengan kata lain, team yang hanya berisikan hanya laki-laki dengan ras, keyakinan dan latar belakang sama hampir selalu akan memunculkan hasil biasa-biasa saja.

Ya, persyaratan keberagaman adalah harga mati ke-keren-an. Salah satu contoh paling relevan tergambar dalam buku Start-up Nation karya Dan Senor & Saul Singer. Sebagai sebuah negara liliput dengan penduduk lebih sedikit dari Jakarta dan dikelilingi oleh negara2 lain yang jauh dari bersahabat, Israel mampu memunculkan ekosistem start-up yang menyaingi Silicon Valley, Amerika Serikat. Salah satu penyebabnya adalah variasi penduduk Israel yang terdiri dari tidak kurang dari 70 suku bangsa. Ini sungguh bertentangan dengan pemahaman umum Israel sebagai sebuah suku bangsa tunggal. Jadi apa yang bisa dilakukan sekarang jika memiliki team? Syukuri, apresiasi serta ajak mereka bekerja, berkarya dan berkreasi bersama. Dan terima kenyataan bahwa kecerdasan kolektif mereka senantiasa lebih cerdas dari anda. Teamwork is the secret that make common people achieve uncommon result – Ifeanyi Onuoha

Have some idea or care to comment about this writings? Reach out for me at twitter: @ReneCC | rene.canoneo@gmail.com
Photo: #Fridaythe13th by @deivitt

  • IB Teguh Teja Murti

    dear mas rene.
    saya menggemari buku mas dari love your carrer not your job.

    kenapa bangsa kita gak maju padahal bangsa kita terdiri dari banyak variasi suku ? apakah karena kita terpisah-pisah ?