What’s Your Interest in the Outside World?

February 5, 2016 | RENE

SCROLL TO READ

Jadi saya harus apa dan bagaimana, dong? Saya harus ngapain setelah ini? Apa langkah-langkah supaya bisa sukses (baca: keren, kaya & terkenal)? Bisa jadi ini bentuk-bentuk pertanyaan yang paling sering saya dengar setiap kali berbicara didepan anak-anak muda belasan tahun hingga ABGTMG (baca: angkatan babe gue tapi masih galau). Mereka hampir selalu mengharapkan jawaban berupa resep lengkap dengan hal-hal spesifik yang harus dikerjakan plus takarannya. Tidak salah namun juga tidak mungkin karena tidak ada resep keberhasilan yang bisa secara universal dijalankan semua orang. Jika “how to” – untuk apapun – adalah anjuran efektif maka saya tidak akan (sedikit) kelebihan berat badan. Jika “resep” bisa selalu diaplikasikan maka semua restoran sukses, tidak ada orang miskin, tidak ada hutan gundul dan seterusnya.

Kenyataannya “how to” berbeda bagi setiap orang karena tidak ada dua orang yang sama walaupun mereka yang kembar sekalipun. Tidak ada resep universal untuk jadi kaya, bahagia dan sukses – karena setiap orang selalu punya interpretasi berbeda atas apapun. Pertanyaan yang diawali “harus bagaimana?” hanya relevan jika sudah berani dan mampu bertanya “kenapa” dan meniadakan kata “harus”. Dan menariknya, pemahaman diri yang lebih baik justru berawal dari ketertarikan diri pada dunia sekitar kita. Ya, memang semudah itu.

Take your interest in the outside world, seriously, continuously and consistently. Ketertarikan, kesukaan dan keingintahuan pada dunia luar dan sekitar adalah salah satu bentuk nyata proses tumbuh kembang diri. Tanpa ketertarikan terhadap langit dan bintang, mustahil Albert Einstein bisa memunculkan teori relativitas. Tanpa kesukaan terhadap musik dan kemanusiaan, tidak mungkin Bono bisa terus menghasilkan karya-karya dahsyat yang menggetarkan. Semua artis hebat, musisi kondang, inovator istimewa, negarawan kelas dunia dan pemimpin yang dicintai – selalu diawali oleh minat nyata mereka akan dunia di sekeliling dan sekitar mereka. Keingintahuan bukan semata untuk kebaikan dunia, namun untuk mempertajam proses pemahaman diri.

The world does not owe you anything – you owe everything to the world. Rasa keingintahuan dan minat bisa dibangun, dipupuk dan diamplifikasi dengan serangkaian aktivitas seperti membaca, membicarakannya dan menuliskannya. Membangun minat terhadap politik bukan berarti harus menjadi politisi – namun paling tidak bisa mengikuti dinamika politik yang terjadi untuk menentukan sikap sebagai warga negara keren. Menumbuhkan keingintahuan atas kuliner bukan berarti harus menjadi Chef restoran ternama, namun paling kurang bisa menyajikan makanan enak untuk orang-orang tercinta.

Develop a backbone, not a wishbone. Orang-orang yang paling bahagia, harmonis dan keren adalah orang-orang yang senantiasa jadi bagian dari sesuatu – apakah itu keluarga, paguyuban, pertemanan atau lebih luas lagi. Singkatnya, mereka adalah orang-orang yang senantiasa berupaya menjadi bagian dari dunia di sekeliling dan sekitar mereka. Meniadakan minat, menghilangkan rasa keingintahuan adalah cara paling efektif untuk memotong kait dengan dunia sekeliling dan sekitar. Dan ini hanya akan berujung pada ketidakberdayaan, kehampaan dan kesepian.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan pada paragraph pertama tentang harus bagaimana agar bisa bahagia, kaya dan sukses – maka jawaban paling jujur adalah dengan tidak menjawabnya. Lagi-lagi karena tidak ada satupun cara yang relevan untuk semua orang. Selanjutnya yang bisa disampaikan adalah anjuran yang pernah disampaikan oleh John Tapene, kepala sekolah legendaris dari Northland College pada lulusan sekolah tersebut: ”

The world does not owe you anything, you owe the world everything. You owe it your time, energy and talent so that no one will be at war, in sickness and lonely again. In other words: grow up, stop being a cry-baby. Start behaving like a responsible person. You are important and you are needed. It’s too late to sit around and wait for somebody to do something someday. Someday is now and that somebody is you.”

Colek kami di twitter: @ImpactFactoryID
Photo: #theStarsinMe by anonymous