3 STOPS to Change Your Life Completely

December 20, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Dalam hitungan beberapa hari kedepan, tahun akan segera ber-ganti. Pernah membayangkan kalau jarak antara kita sekarang dengan tahun 2030 lebih dekat dibandingkan dengan tahun 2000? Waktu berlalu begitu cepat seringkali melebihi kemampuan diri memahami, memaknai dan merasakan. Jika sulit mengingat kembali apa yang telah terjadi sejak 15 tahun terakhir, bisa dibayangkan kesulitan saat harus membayangkan apa yang bakal terjadi 15 tahun kedepan? Apakah yang telah terjadi akan senantiasa mendikte apa yang akan terjadi? Apa sudah menjalani hidup sejalan dengan misi (baca: arah) yang diyakini? Atau mungkin justru masih berusaha mencari tahu peran yang dititipkan pada kita? Dimanapun posisi anda saat ini tidak masalah selama peduli untuk terus bertumbuh kembang sesuai dengan fitrah diri masing-masing.

Obat ketidakpastian masa depan, hari esok dan tahun baru adalah keyakinan. Apakah bakal ada peningkatan kualitas hidup keluarga tahun depan? Bisakah tahun depan memberi peluang bisnis dan/atau pekerjaan yang lebih baik? Apa yang harus dilakukan untuk bisa melunasi hutang-hutang yang membelit atau pindah ke rumah milik sendiri atau mulai merintis usaha sendiri? Semua jawaban pertanyaan diatas sama: Apakah sudah punya keyakinan terhadap diri sendiri? Apakah sudah yakin dengan dua hal yang senantiasa ditawarkan oleh masa depan: Harapan dan kesempatan? Nah, jika jawabannya adalah “ya” maka selanjutnya hanya perlu mengingat 3 STOP berikut untuk mempertahankan momentum yang sudah terbangun:

First, stop comparing yourself with others. Setiap orang punya cerita hidup sendiri, kekuatan tersendiri dan misi hidup masing-masing. Tidak ada dua orang yang sama walaupun kembar sekalipun. Setiap orang dilahirkan dengan keistimewaan tersendiri yang menjadikan dirinya benar-benar istimewa sebagai dirinya. Jika demikian kenapa juga harus terus membandingkan pencapaian dengan rekan kerja, saudara kandung atau orang tua? Apakah mungkin memperbandingkan apel dengan kambing? Lagipula terkadang tanpa disadari justru yang diperbandingkan adalah hal-hal terbaik mereka versus hal-hal terburuk kita? Tidak ada untungnya. Tidak ada manfaatnya. Hentikan memperbandingkan diri dengan orang lain.

Second, stop letting your past defines your future. Mengingat masa lalu sangat baik untuk bersyukur, bersabar dan belajar. Bukan cuma masa lalu tentang diri sendiri namun juga masa lalu orang lain – siapapun dia. Namun tidak ada satupun tentang masa lalu yang bisa diubah, diperbaiki dan dikoreksi oleh siapapun – paling tidak hingga mesin waktu ditemukan. Itupun juga belum tentu praktis.

Dibesarkan di keluarga broken home? Pernah gagal dalam mem-bina rumah tangga? Sempat dipecat dari pekerjaan? Tempo hari sempat harus menutup usaha karena bangkrut? Semua itu terjadi pada masa lalu. Masa depan menawarkan sesuatu yang sama sekali berbeda, semua tergantung pada perilaku dan tindakan kita sekarang. Learn from the past. Live in the present. And expect a bright future, always.

Lastly, stop saying “I don’t know” – sejujurnya ini salah satu fakta yang paling mengganggu tentang bangsa kita, orang Indonesia. Kalimat: “Saya tidak tahu” seringkali mengantar pada pola pikir pasif, lepas tangan dan tidak pedulian. Jika dibiarkan bisa jadi sangat berbahaya untuk proses tumbuh kembang diri. Sebelum berkata “saya tidak tahu cara membaca laporan keuangan.” atau “saya tidak tahu bagaimana memasak” – sebenarnya bisa mulai dengan mengajukan pertanyaan seperti “siapa yang saya kenal bisa bantu saya membaca laporan keuangan?” atau “siapa orang yang paling jago dan suka mengajar saya memasak?” Dan segalanya akan dimudahkan. Beneran!

Jika peduli untuk menjadikan 2016 awal yang baik, saya tantang anda untuk menjalankan 3 STOP diatas. Bisa jadi sama saja – tapi mungkin saja jadi lebih baik. Kenapa tidak? After all people just never change – they grow or stagnate. How will your life turn out to be?

Colek kami di twitter: @ImpactFactoryID
Photo: #WHPReflective by @lucaventer