GURU. The Destroyer of Darkness

December 2, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Apa pencapaian paling hebat yang anda banggakan dalam ke-hidupan ini? Berhasil lulus dengan IPK jauh diatas rata-rata dari perguruan tinggi terkemuka? Atau berhasil diterima untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi lebih terkemuka di luar negeri? Sukses diterima bekerja pada perusahaan global ternama dengan gaji gede? Sukses meraih jabatan mentereng dalam usia yang belum genap 30 tahun? Sukses punya kendaraan dan rumah sendiri? Atau telah menjadi kebanggaan orang tua, istri dan keluarga? Apapun itu pasti ada peran penting guru-guru yang telah melatih, membimbing dan mendidik anda.

Kehadiran para guru terasa nyata di sekolah saat sedang mem-berikan materi pelajaran. Lebih istimewa dari itu, kehadiran mereka terus berdampak melewati batasan ruang dan waktu. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan para guru kita – dan guru-guru dari guru-guru kita akan terus hidup dalam pola pikir, perilaku dan karakter kita saat ini. Sesekali waktu, terlebih saat Hari Guru yang baru saja berlalu, sebutkan nama mereka dengan lantang. Ceritakan pelajaran (baca: pengalaman) yang anda terima dari mereka. Dan tebarkan semangat dan harapan akan hari esok yang lebih baik.

Guru is not just a job, a title or a profession. Berapa banyak guru yang pernah anda jumpai? Saya beruntung memperoleh kesem-patan berjumpa langsung dengan sekitar 4000 guru awal minggu ini saat memenuhi undangan Kementrian Pendidikan dan Ke-budayaan untuk berbicara tentang pendidikan abad 21 dalam Simposium Guru 2015. Ribuan guru ini hadi dari seluruh pelosok nusantara termasuk mereka yang tergabung dalam GGD (Guru Garis Depan). Dan lebih menariknya lagi, mereka mengajukan diri untuk hadir bukan sekedar ditunjuk untuk datang. Masing-masing datang membawa cerita, metodologi dan ilmu untuk dibagikan dengan rekan sejawatnya. Mereka hadir untuk satu sama lain dan untuk Indonesia. Saya merasakan energi luar biasa saat berada dalam satu ruangan bersama mereka, terlebih saat mendengar paparan dari Mas Menteri @AniesBaswedan dan tokoh guru idola saya: Professor Arief Rahman – yang dengan piawai memunculkan keceriaan pendidikan sebagaimana seharusnya.

Guru is a calling – energy and attitude! Abad 21 ditandai dengan perkembangan teknologi – terlebih teknologi pendidikan. Kemunculannya sama sekali tidak berarti peniadaan peran guru. Justru sebaliknya, kehadiran guru-guru handal yang melek teknologi adalah prasyarat utama agar teknologi bisa berperan lebih besar – dan luas dalam pendidikan. Peran guru sebagai ensiklopedia dan sumber ilmu sudah pasti akan tergantikan oleh google. Namun peran guru sebagai sumber inspirasi akan tetap relevan sampai kapanpun.

Technology is not the silver bullets. Teknologi adalah pemberdaya individu, penyokong ekosistem dan pendorong proses tumbuh kembang. Bayangkan saat guru tidak sekedar mengajar normatif namun punya insights tentang minat, kecepatan dan kesulitan yang dihadapi masing-masing murid? Bayangkan saat guru-guru terbaik di dunia dalam bahasa apapun bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun? Bayangkan saat orang tua bisa mengakses semua data-data pendidikan terkait anak mereka, guru, sekolah dan peran pemerintah? Teknologi memungkinkan hal-hal tersebut terlaksana. Namun kehadiran guru-guru yang passionate, imajinatif dan kreatif tetap menjadi tumpuan utama.

Hari Guru kali ini terasa istimewa karena guru tidak hanya datang mewakili profesi, namun hadir sebagai pengemban misi pendidikan dan pengantar masa depan. Presiden Jokowi dengan tepat menangkap esensi Hari Guru saat menyatakan “Kita adalah karya mulia guru-guru kita” – sehingga pertanyaan terpenting yang harus diajukan terlebih pada diri sendiri bisa jadi ini: “Apakah saya sudah menjadi guru dalam kehidupan ini?” Sebagai penutup pengertian kata “Guru” dalam bahasa asalnya, Sansekerta adalah “penghancur kegelapan.” May we all be the destroyer of darkness!

Colek kami di twitter: @ReneCC
Photo: #Yes! by @pengajarmuda

  • Menarik sekali tulisannya, memang tidak dapat dipungkiri kehadiran guru yang begitu sangat bermanfaat dalam kemajuan pendidikan anak bangsa. Segala profesi dan keberhasilan yang ada di dunia ini pun tak akan pernah lepas dari campur tangan guru. Terima Kasih Guru.. 🙂