Empowering (Your) Organization NOW

September 28, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Saat ledakan bom teroris di kota Boston, Amerika Serikat tahun 2013, Brigham & Women’s – sebuah rumah sakit yang berlokasi paling
dekat dengan lokasi ledakan harus segera bersiap menerima lim-pahan korban luka-luka ringan hingga fatal. Para dokter dengan beragam spesialisasi berkumpul untuk memutuskan opsi dan langkah-langkah terbaik bagi setiap korban. Berbeda dengan kondisi operasi rutin yang bisa dipersiapkan dengan matang, kali ini para dokter dan aparat medis dituntut untuk bergerak lebih cepat, berimprovisasi dan beradaptasi untuk setiap kasus. Kenapa? Karena tidak ada dua kasus yang sama persis walaupun mengalami luka pada bagian organ yang sama. Mereka harus bekerja cepat, berkoordinasi sigap dan senantiasa berkomunikasi dengan satu sama lain untuk ratusan – bahkan ribuan keputusan-keputusan kecil pada hari-hari yang menyesakkan tersebut.

Brigham & Women’s tidak pernah menjalani simulasi latihan kondisi darurat seperti hari itu. Mereka tidak punya rencana ataupun protokol tertentu. Hampir semua dokter dan aparat medis yang bekerja disana cenderung awam terhadap kondisi darurat yang menyerupai fasilitas medis di medan tempur. Namun tercatat pada hari itu mereka menjadi instrumen tangan Tuhan dalam menolong dan memulihkan banyak korban bom teroris. Beberapa prosedur yang ditempuh sedemikian rumit dan berani bahkan para dokter yang melakukannya tidak menyangka bisa berhasil. Mulai dari upaya rekonstruksi tulang lutut untuk menghindari amputasi hingga upaya menyambung organ-organ tertentu yang sempat terputus dan terlempar akibat ledakan. Singkat kata, mereka sukses besar.

Welcome to the age of team of teams. Cuplikan cerita diatas saya ambil dari buku berjudul Team of Teams, karya keren seorang pensiunan Jendral berbintang 4 dari angkatan bersenjata Amerika Serikat bernama Stanley McChrystal. Dalam buku tersebut, McChrystal menyampaikan aturan main baru yang wajib dipahami oleh para pemangku amanat dalam setiap organisasi dalam menghadapi era yang ditandai oleh perubahan cepat dan kerumitan hebat.

Structure only matters if it empowers people & offers flexibility. Sungguh menarik untuk dibaca terlebih saat tulisan – atau lebih tepatnya kritik tentang penataan struktur organisasi, birokrasi dan hierarki justru datang dari seseorang yang dibesarkan oleh institusi besar yang sangat formal, biroktratis dan hierarkis. McChrystal menyampaikan bahwa jika saja para dokter dan aparat medis di Brigham and Women’s berfungsi menurut aturan main baku yang telah ditetapkan sebelumnya, maka mereka tidak akan mungkin bisa sedemikian adaptif – dan menyelamatkan begitu banyak nyawa korban. Bayangkan jika para dokter terpaku dengan senioritas ataupun birokrasi rumah sakit yang mengikat?

Bureaucracy is the death of all sound work – Albert Einstein. Dalam contoh kontras, buku McChrystal menceritakan kegagalan GM (General Motors) – terutama para petingginya yang diwakili oleh CEO GM tahun 2014, Mary Barra saat harus mengakui kegagalan organisasinya dalam mengantisipasi problem stater mesin mobil Chevy Cobalt yang telah berakibat 13 orang kehilangan nyawanya. Problem ini diangkat di rapat dengar pendapat kongres AS kurang lebih 10 tahun setelah serial mobil2 bermasalah tersebut dipasarkan.

Organization = An instrument for humans to get (more) things done. Koran yang anda baca ini adalah hasil organisasi. Demikian juga hampir segala hal buatan tangan-tangan manusia secara langsung ataupun tidak. Organisasi adalah instrumen paling ampuh untuk menuntaskan sesuatu. Namun perlu ada terobosan soal pengelolaan organisasi untuk masa depan. Kecepatan informasi, ketersediaan teknologi dan ilmu pengetahuan seharusnya sangat bisa dimanfaatkan untuk memunculkan terobosan2 ini.

Tidak ada organisasi yang lebih tidak berguna selain organisasi yang mengedepankan birokrasi atas nama birokrasi semata. Organisasi yang masih mengandalkan struktur kaku, pola kerja biroktratis dan kepemimpinan one-man-show menawarkan resep paling ampuh menuju kepunahan. Sebaliknya, banyak hal keren bisa terjadi saat para pemangku organisasi mempertimbangkan 5 hal ini:
(1) People makes it works.
(2) Mission makes a difference.
(3) Happiness makes it awesome.
(4) Diversity makes it innovative.
(5) Harmony makes it long lasting.

Colek kami di twitter: @ImpactFactoryID
Photo: #hellomynameis by @isupersheng