Does Values Matter in (Awesome) Performance?

August 12, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Selamat! Anda diterima di perusahaan ini setelah melalui proses evaluasi yang panjang dan melelahkan. Anda berhasil mengalahkan ribuan pelamar lain sejak 3 bulan terakhir. Ini surat penawaran kerja yang bisa anda bawa pulang untuk dibaca-baca dan didiskusikan dengan istri atau orang tua anda. Silahkan pelajari baik-baik dan jika sudah menyepakatinya, mohon segera ditandatangani dan dikembalikan kepada kami. Anda boleh menyimpan salinannya. Sekali lagi, selamat!

Bayangkan jika situasi tersebut terjadi pada anda. Atau mungkin juga sudah pernah atau akan terjadi. Apa yang jadi pertimbangan anda untuk menerima atau menolak tawaran kerja? OK, supaya lebih jelas saya jabarkan lebih lanjut kondisinya: Jabatan dan tanggung jawab? Lebih tinggi dari posisi anda sekarang. Uang dan benefit lain? Minimal 2 kali lipat dibandingkan uang yang anda terima – ini masih belum memperhitungkan peluang bonus yang juga lebih besar. Oh ya, anda juga membutuhkan tambahan uang ini karena ada kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi. Perusahaannya? Bonafid, bereputasi bagus dan salah satu yang terdepan dalam industri sejenis. Kenapa mereka menghendaki anda untuk bergabung? Karena memang kinerja anda sudah terbukti, tercatat dan terdengar. Ayo, tunggu apa lagi?

Saat semua indikator logis sudah meneriakkan 1 kata: “Ya!”, namun problemnya cuma satu: Anda tidak merasa nilai-nilai yang anda yakini sejalan dengan perusahaan yang sekarang berusaha keras mendapatkan anda. Bukan karena jahat atau diminta melakukan tindakan melawan hukum, namun anda sudah tahu bahwa saat memilih untuk bergabung artinya anda harus menutup rapat-rapat values yang anda pegang selama ini.

Values goes beyond ethical discussion. Ilustrasi ini nyata dan sangat menyentuh pertanyaan yang seringkali terpikirkan namun sangat jarang disuarakan dengan gamblang: Apakah values berpengaruh dalam kinerja? Ini berlaku bagi individu dan organisasi.

Values is the necessary condition to perform. Saat seseorang sudah memahami kekuatannya (baca: passion) dan mengerti bagaimana untuk berkinerja – maka pertanyaan selanjutnya yang setara nilai kepentingannya adalah: Apakah nilai-nilai (baca: values) yang diyakini?

What’s your values – and why you should care? Apa sebenarnya values itu? Mudahnya begini: Apakah hal-hal yang anda kerjakan sekarang baik itu karena perintah, anjuran atau peluang, akan membuat tidur anda terganggu – atau kesulitan memandang wajah sendiri di depan cermin? Penjelasan tentang values ini dengan sangat indah pernah disampaikan oleh Peter Drucker, Bapak Ilmu Manajemen Modern.

Incompatible values ALWAYS lead to non-performance – and frus-tration. Ketidaksesuaian – atau ketidaksejalanan values diri dan or-ganisasi hanya akan berujung pada kinerja buruk dan frustasi. Jika anda meyakini perbaikan berkesinambungan, berorientasi proses dan punya perspektif jangka panjang, tentu akan sangat sulit untuk bekerja dalam organisasi yang mengusung inovasi disruptif, berorientasi hasil dan senantiasa harus memenuhi tujuan jangka pendek.

Organisasi – sebagaimana individu punya sistem values yang di-adopsi dari para pendiri dan pemimpinnya. Bukan sekedar apa yang diucapkan atau tertulis di dinding, namun terkait dengan segalah hal yang diyakini, terus menerus dilakukan dan dirayakan. Konflik antara sistem values individu dan organisasi akan memunculkan pergesekan yang melelahkan – dan kontra produktif. Values individu dan organisasi tidak harus sama persis namun harus sejalan, selaras dan sepadan. Resiko besar menanti organisasi – dan individu yang tidak mempedulikan percakapan tentang values. Kinerja dan produktivitas berkesinambungan adalah dua hal pertama yang akan sangat berat diraih tanpa values yang sejalan. Lebih jauh dari itu, resiko kerugian waktu dan kesempatan untuk memenuhi misi hidup bagi individu. Dan peluang untuk memunculkan impact positif bagi organisasi. Silahkan anda terima atau tolak tawaran tersebut, semua tergantung pada kesesuaian values. And organizations, only hire believers – those who share the reason of your existence.

Colek kami di twitter: @ImpactFactoryID
Photo: #DeepConversation by @CaptainRuby