Meaningful. What Does It Mean?

May 11, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

“Thank you. That really means a lot to me!” – berapa sering kalimat ini diucapkan sebagai jawaban atas beragam pertanyaan seputar hubungan kasih sayang, keluarga dan segala hal-hal paling paling penting dalam kehidupan? Apa yang anda pikirkan, bayangkan, rasakan saat mengucapkannya? “Kehadiran keluarga sangat bermakna bagi saya…” atau “Hadiah ini tidak tidak seberapa harganya namun sangat bernilai maknanya…” Makna – terjemahan lepas dari kata “meaning” cenderung mudah diucapkan namun terkadang tidak mudah dipahami. Apakah sebenarnya makna dari bermakna – dan arti dari berarti? Bagaimana dengan anda?

Makna adalah sebuah kata yang hebat, dahsyat bahkan bermantra. Saya juga baru menyadarinya belakangan. Sebagai ilustrasi saya teringat pengalaman memulai berbagai usaha sejak belasan tahun lalu. Walaupun beberapa masih berjalan sampai sekarang, sebagian besar lainnya harus stop dan bubar. Menariknya, semua usaha yang bubar tadi saya jalani sekedar untuk jadi kaya, mencetak profit dan mengeruk uang sebanyak-banyaknya. Jika faktor uang ditiadakan – maka tidak ada alasan lain menjalankan bisnis-bisnis tersebut.

What’s the meaning of meaning? Mungkin terasa aneh untuk anda. Apa salahnya mendirikan bisnis untuk mencetak laba sebesar-besarnya? Bukankah hal tersebut yang mendasari kehidupan entrepreneur / pengusaha sejati? Tentu uang, laba dan profit tidak ada salahnya; namun akan menjadi sangat salah jika hanya dijadikan satu-satunya pertimbangan memulai usaha. Kenapa bisa begitu? Karena mereka yang hanya mengejar uang biasanya hanya akan menarik orang-orang dengan cara pandang serupa. Investor yang semata berhitung ROI (return on investment) tanpa peduli dampak bisnis secara holistik. Pekerja yang tidak ubahnya seperti tentara bayaran atau vampir. Dan rekanan bisnis yang transaksional. Sama sekali tidak istimewa – apalagi bermakna.

Do I wish to make meaning? Ini adalah pertanyaan paling mendasar yang jawabannya dapat mengilhami setiap gerak, langkah dan usaha. Bisnis yang baik menghasilkan profit. Bisnis yang lebih baik mendatangkan manfaat. Namun bisnis yang istimewa memberikan makna pada seluruh pihak yang terlibat. Coba ajukan pertanyaan ini sebelum bekerja / berusaha: “Apakah makna yang hendak saya hasilkan dari pekerjaan / usaha ini?”

Meaning is never a thing. Makna tidak pernah terkait dengan uang, barang atau segala bentuk materi lain. Makna juga tidak akan muncul dari segala hal yang hanya berorientasi pada diri sendiri seperti: Kekuasaan, kebanggaan, kejayaan, keberhasilan dan kesuksesan.

Meaning is always transcendence, relevant & long-lasting. Makna selalu terkait segala hal yang berperan dalam menjadikan komunitas, bangsa, negara, bumi dan alam semesta jadi lebih baik. Bagaimana Haji Samanhudi & HOS Tjokroaminoto mendirikan Sarekat Dagang Islam pada awal 1900an tidak sekedar untuk mencetak laba, namun memberdayakan pedagang muslim pribumi yang tertindas. Sebuah inisiatif yang menjadi kawah candradimuka para pendiri republik ini. Semangat yang sama dilanjutkan oleh banyak penggerak pendidikan, sosial dan usaha hingga sekarang.

Terdapat dua cara paling efektif untuk memenuhi syarat menjadi “bermakna” yaitu: Pertama, mengurangi, mencegah atau meniadakan segala sesuatu yang buruk. Contoh: Bagaimana inisiatif seperti @Nebengers @Gojek muncul untuk mengurangi kemacetan pada kota-kota besar Indonesia. Kedua, meningkatkan, memampukan, memberdayakan segala sesuatu yang baik. Misalkan: Bagaimana gerakan @PengajarMuda @KelasInspirasi @RuangGuru dihadirkan untuk menggiatkan sektor pendidikan di Indonesia.

Individu dan organisasi istimewa karena hadir, bergerak dan berusaha atas dasar mencari & memunculkan makna. Pilihan ini tidak dengan serta merta mendatangkan kesuksesan, namun percayalah, kegagalan menjalankan hal yang diyakini akan jauh lebih baik dari pada sukses atas hal-hal lain yang tidak dapat dimaknai. Masih bingung memahami makna kehadiran diri? Silahkan jawab 3 pertanyaan ini:

What problem are you solving?
How do you wish to change the world?
What would be the legacy of your existence?

Colek kami di twitter: @ImpactFactoryID
Photo: #ConstanceBeach by @KardinalMelon