This is the Age of Unreasonable People. Are You?

April 14, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Tempo hari saya diundang oleh manteman Indonesia Mengajar untuk berbuka puasa bersama. Kesempatan bisa bertemu lagi dengan @aniesbaswedan @hhardono @evitrisn4 dan para @pengajarmuda sedapat mungkin tidak saya lewatkan. Saya pengagum berat mereka! Sahabat saya pemotret ulung @edwardsuhadi ternyata juga diundang bersama beberapa kawan lain sesama pendukung gerakan yang bertujuan menggelorakan dunia pendidikan di Indonesia. Tanpa kami duga, sore itu kami memperoleh piagam dengan menggunakan nama beberapa SD tempat @pengajarmuda ditempatkan. Saya memperoleh Piagam Bandu – ini nama SD yang berlokasi di Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Nusa Tenggara Timur. Piagam memang hanya berupa secarik kertas yang dibingkai namun isinya benar-benar menggugah setiap sel dalam tubuh saya. Kalimat dalam piagam itu diawali dengan kata “Kami bersaksi …” benar-benar membuat saya merinding karena bahagia, bangga, haru, resah dan malu setiap kali membacanya. Bahagia & bangga karena memperoleh apresiasi sedemikian tulus dari sekelompok orang yang saya hormati & kagumi. Haru karena ini bentuk apresiasi tulus yang benar-benar menyentuh kalbu. Resah karena merasa belum cukup berkontribusi sehingga layak dapat piagam ini. Dan malu karena dibandingkan dengan para @pengajarmuda yang melewati 1 tahun di daerah terpencil untuk mengajar SD, saya merasa tidak sebanding. Ternyata Edward juga merasakan hal yang kurang lebih sama. Kami merasa belum cukup gokil, aneh atau unreasonable dalam berkontribusi untuk bangsa ini.

Indonesia Mengajar adalah contoh kekuatan saat orang-orang yang seringkali mendapat cap “aneh”, “pemberontak” atau “gila.” Bayangkan kegilaan mas @aniesbaswedan saat mengutarakan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab segenap orang Indonesia, bukan cuma pemerintah, bukan cuma sekolah atau guru. Tanpa harus menyalahkan siapapun, beliau bergerak dalam koridor yang diyakini dengan kapasitas yang dimiliki. Sekarang Indonesia Mengajar sudah memasuki angkatan V dan telah memperoleh dukungan luas dari banyak pihak. Semua berasal dari hal gila untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Do you have clarity about your existence? Are you willing to live unreasonably? Contoh lain adalah manteman yang tergabung dalam Yayasan KS4. Tidak pernah dengar mereka? Mereka adalah salah satu pemberi beasiswa terbesar di Indonesia dengan lebih dari 2,700 mahasiswa tahun ini saja. Semua berawal dari keinginan gila para pendirinya untuk membuat gratis biaya pendidikan tinggi untuk semua – terutama bagi keluarga tidak mampu. Beasiswa yang berasal dari hasil urunan pertemanan dimulai tahun 1998 dengan membiayai 3 mahasiswa di FEUI. Sekarang sudah tersebar pada lebih dari 15 perguruan tinggi dan berbagai fakultas.

We are here to put a dent in the universe. Otherwise, why else we are here? – Steve Jobs. Indonesia Mengajar, Karya Salemba 4 dan banyak gerakan lain bertujuan untuk menantang status quo dan mengubah keadaan. Siapapun yang terlibat didalamnya tidak bekerja untuk memenuhi kebutuhan semata, namun untuk menjadikan dunia tempat yang sedikit lebih baik setiap saat.

We are all children of God, playing small does not serve the world. Mereka gila karena tidak tunduk dengan semua pembatasan dan aturan main yang ditetapkan. Mereka unreasonable karena sangat paham passion masing-masing dan teramat peduli dengan permasalahan tertentu. Mereka ingin jadi bagian dari pemecahan problem dunia sambil juga mendapatkan penghidupan layak.

Planet Bumi, Indonesia, Jakarta, bisnis, organisasi atau dimanapun kita hidup perlu orang-orang tidak normal seperti ini. Problem apa lagi yang bisa anda pecahkan? Are you willing to live unreasonably? Know that we are meant to shine. When we liberate ourselves from fears & hopelessness, we shall liberate others. Per angusta in augusta!

Colek kami di twitter: @reneCC
Photo: instagram #JumpIntoTheSunset dari @siepie87