Get A Life, NOT A Job

March 30, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Dalam seminggu terakhir saya diundang untuk bicara mengenai, apa lagi kalau bukan topik-topik seputar pekerjaan, karier, kehidupan, passion dan purpose oleh 3 universitas. Saya selalu menikmati kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang (jauh) lebih muda. Selalu ada keinginan untuk bisa mendengar aspirasi mereka, mengamati perilaku mereka dan menyerap energi asyik dari mereka. Bagi saya, mereka adalah barometer masa depan bangsa ini.

Saya cenderung lebih blak-blakan dalam menyampaikan materi dan pendapat dengan teman-teman mahasiswa. Termasuk soal penandatanganan sertifikat. Permintaan menandatangani ratusan lembar sertifikat seminar hampir selalu saya tolak. Kenapa ditolak? Bagi saya selembar kertas tidak akan pernah bisa memberi validasi atas apapun yang dipelajari dan dirasakan dalam sesi seminar. Kenapa harus pakai ratusan kertas kalau bisa dihemat dengan satu atau dua lembar daftar kehadiran. Apakah niat utama menghadiri seminar – sebagai persyaratan lulus atau tertarik memahami ilmu baru dan mendapat pengalaman? Kenapa perlu validasi orang lain atas hal-hal yang kita alami sendiri? Bukankah peruntukan waktu tanda tangan bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti mengenal satu sama lain sekaligus bertukar ide?

Knowledge comes, but wisdom lingers. Mekanisme sertifikasi dan birokrasi memang disusun untuk mempermudah seleksi dan proses pengambilan keputusan. Tidak masalah selama sertifikasi dan birokrasi tidak dijadikan tujuan dan tiap individu tetap punya pemahaman mengenai passion dan purpose. Apakah tidak punya sertifikat kelahiran artinya tidak pernah dilahirkan?

You are NOT a piece of paper – you are NOT your job. Apakah anda mahasiswa yang baru lulus dan sedang mencari pekerjaan? Apakah anda pekerja yang sudah 5 tahun mengerjakan hal yang sama? Apakah anda seorang ibu yang berpikir untuk kerja kembali setelah anak-anak mulai bersekolah? Masing-masing berada pada tahapan hidup yang berbeda dengan keinginan pribadi ataupun aspirasi profesional yang tidak sama. Namun pertanyaan ini relevan untuk ketiganya: Apakah anda sudah punya rencana hidup selain sekedar mendapatkan pekerjaan baru?

Your job description is not your life description. Pekerjaan memang penting dan bisa jadi membawa berkah. Pekerjaan adalah amanat dan mandat yang dipercayakan kepada siapapun penerimanya. Mendefinisikan diri dengan pekerjaan sama saja dengan mengaitkan segala bentuk keberhasilan dan kegagalan hidup dengan pekerjaan. Apakah itu yang anda kehendaki? Saya yakin keinginan paling dahsyat bukan sekedar mendapatkan pekerjaan melainkan memiliki dan menjalani hidup yang (lebih) bahagia dan bermakna.

Masih belum paham kesimpulannya? What really motivate you? Do you really wish to have a life that is full, passionate and fulfilled? Then you are NOT your job. It is just one of many expressions of you. What to do now? Vive ut vivas.

Colek kami di twitter @ImpactFactoryID

Photo “MenungguSignal” kontribusi dari instagram @prassprasetio