All You Need is Already Within You

February 2, 2015 | RENE

SCROLL TO READ

Siapapun pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan pribadi atau professional. Ini berlaku tanpa kecuali bagi siapa saja yang masih menghirup oksigen di alam semesta. Bagi pengusaha, karyawan atau pengangguran, tua, muda atau yang merasa belum tua tapi tidak lagi muda, hingga laki-laki atau perempuan – masa-masa sulit pasti hadir – atau mungkin lebih tepat untuk menyebutnya sebagai “dihadirkan.” Masa sulit tidak saja diwarnai oleh besaran, variasi dan kompleksitas problem yang harus dihadapi. Lebih jauh dari itu, biasanya kesulitan terbesar justru muncul saat harus mengelola diri saat berhadapan dengan orang-orang tertentu. Semakin dekat dan semakin berperan orang-orang tersebut dalam kehidupan kita, hampir dipastikan bakal semakin sulit kita mengelola diri – pemikiran dan perasaan.

Coba ingat-ingat masa-masa sulit dalam kehidupan anda? Saya pernah beberapa kali mengalaminya. Dalam kehidupan profesional, mulai dari menutup usaha karena tidak laku, memberhentikan karyawan hingga harus pecah kongsi dari usaha yang telah dirintis bersama. Dalam kehidupan pribadi, saya harus bersyukur karena walaupun masa-masa sulit juga terjadi, frekuensinya jauh lebih rendah dibandingkan masa-masa sulit dalam kehidupan profesional. Dan jika masih diberikan umur oleh Sang Pemilik Hidup, masa-masa sulit masih akan terus terjadi.

Good people don’t create problem, – but awesome people solve problem that really matters to them. Saya yakin sebagian besar dari pembaca kolom ini tidak suka membuat problem, namun tetap saja harus menghadapinya. Pertanyaan yang harus diajukan bukan soal apa solusi yang bisa dimunculkan, namun bagaimana diri bisa ditata saat berhadapan dengan problem tersebut. Kesulitan yang dirasakan dari problem apapun adalah bagian dari proses tumbuh kembang mengikut fitrah yang sudah ditetapkan.

We learn who we are – in practice, not in theory. Saya duga masa-masa sulit sedang menghadapi orang nomor satu di negeri ini, Presiden kita, Bapak Joko Widodo. Tekanan yang muncul dari berbagai penjuru oleh pihak-pihak yang punya kepentingan berbeda, telah dan bakal semakin dirasakan beliau. Tanpa harus mendiskusikannya panjang lebar sebagaimana tertera dalam bagian lain surat kabar ini, semoga masa-masa sulit ini adalah bagian dari proses alam guna memperkokoh keyakinan akan dirinya sendiri dalam memimpin bangsa yang besar ini.

Long-term perspective determines the degree of importance. Masa-masa sulit yang terjadi hari ini bisa jadi akan menjadi kenangan atau pelajaran berharga dalam 5, 10 atau bahkan 20 tahun dari sekarang. Jika bukan untuk kita, untuk siapapun yang mempelajarinya. Nggak percaya? Coba ingat-ingat masa-masa sulit yang anda alami 5 atau 10 tahun lalu. Coba juga bayangkan masa-masa sulit yang telah dilalui para pendiri republik ini. Keputusan apapun yang bisa dipertanggungjawabkan sekarang secara moral akan beresonansi melewati zamannya. Dan sebaliknya.

Semakin hebat peran yang dipercayakan dalam kehidupan, sudah pasti bakal diikuti oleh beragam jenis problem luar biasa pula. Ini lumrah saja. Sekali lagi, keistimewaan tidak terletak pada problem, atau solusi yang berhasil dimunculkan, namun pada kemampuan menata diri untuk menemukan segala jawaban yang dibutuhkan. Karena segala hal yang dibutuhkan untuk bertumbuh dan berkembang sesuai fitrah sudah terkandung dalam diri sendiri. All You Need is Already Within You – Nisargadatta Maharaj