Significance, NOT Success

November 25, 2014 | RENE

SCROLL TO READ

Apakah anda orang sukses? Atau mungkin beraspirasi dan masih dalam proses untuk jadi orang sukses? Siapa sih yang tidak mau sukses – terlebih saat harus menjalani hidup ditengah begitu banyak lambang-lambang kesuksesan di sekitar kita. Tentu menyenangkan punya jabatan terpandang dibandingkan menyandang tittle yang harus dibagi sejuta umat. Contoh, CEO atau Presiden Direktur bisa jadi dipandang lebih sukses daripada sekedar Vice President atau manager atau sekedar karyawan. Tentu mengasyikkan punya rumah mentereng berlokasi di daerah elit dibandingkan bertempat tinggal L4 (baca: loe lagi – loe lagi) yang perlu kecanggihan google map untuk menemukannya. Tentu lebih melegakan bisa naik mobil ber-cc besar keluaran terbaru dengan supir andalan dibandingkan harus berdesak-desakan di kendaraan umum. Apakah sukses sama dengan lambang-lambang kesuksesan atau sesuatu yang lain? Apakah memang layak mengejar kesuksesan dan menjadi orang sukses? Bagaimana dengan anda?

Definisi sukses bisa jadi berbeda untuk tiap orang. Jika sukses sama dengan berada di puncak – saya pastikan selalu ada ruang disana untuk semua orang, dengan pemandangan yang tidak jauh berbeda. Jadi tidak ada yang istimewa. Dalam obrolan dengan banyak orang yang telah mencapai posisi puncak, komentar yang paling sering saya dengar adalah tentang keasyikan perjalanan menuju kesana, bukan keasyikan menjalani posisi puncak tersebut. Sebagian besar bahkan tidak melihat posisi yang dijabat sekarang sebagai posisi puncak – sekedar sebagai amanat yang numpang lewat dalam kehidupan mereka. Tidak istimewa. Tidak luar biasa.

Success is a consequence, not the objective. Jika definisi tentang kesuksesan bagi anda sama dengan uang, ketenaran atau kekuasaan – saya pastikan akan selalu ada (banyak) orang yang lebih sukses dari anda. Percayalah, diatas langit akan selalu ada langit. Apapun yang terasa hebat, istimewa & luar biasa saat belum dimiliki – suatu saat akan menjelma jadi biasa saja, normal & sama sekali tidak luar biasa saat sudah dimiliki.

Let other people speak of your success, you seek out significance! Saya percaya setiap orang dihadirkan oleh Sang Pencipta di dunia untuk mengemban misi spesifik tertentu. Dalam agama yang saya anut, konsep ini disebut fitrah. Menariknya, setiap orang diberi kemerdekaan untuk menavigasi kehidupan masing-masing. Pilihan untuk menjadi orang dengan misi tertentu, atau sama sekali tidak peduli – keduanya sangat dimungkinkan.

Seek out your mission in life – and you are living a life of significance. Siapa yang paling tahu misi hidup anda? Jawaban mudahnya: Anda sendiri – saat bisa terus jujur, berani dan peduli terhadap apapun yang dihadirkan dalam kehidupan anda. Ada baiknya pemahaman soal misi lebih banyak dibahas, direnungkan dan dimaknai dibandingkan dengan obrolan soal lambang-lambang kesuksesan.

Apakah anda orang sukses? Apakah saya sudah sukses? Keduanya tidak penting untuk dijawab. Ini sama sekali bukan anjuran untuk bermalas-malasan, apatis dan loyo. Sebaliknya, ini ajakan untuk terus berusaha memahami, menjalani dan memaknai misi hidup. Ini colekan bahwa apapun lambang-lambang kesuksesan yang sudah dimiliki – dan dinikmati – tidak berarti banyak tanpa menjadi bagian dari masyarakat, bangsa dan negara yang berkontribusi dan bermanfaat. Dan kontribusi terbesar selalu diawali dari kepedulian hakiki. Sementara kebermanfaatan terbesar selalu terjadi dalam percakapan bermakna.
When your passions meet the needs of the world, you find your mission in life.