What You Feel Brings Energy for Others to Feel

June 26, 2014 | RENE

SCROLL TO READ

Anda kenal @aniesbaswedan dong? Jika tidak pernah dengar nama ini sama sekali bisa jadi anda baru keluar dari pertapaan belasan tahun di sebuah gua terpencil… silahkan letakkan harian ini dan kembali bertapa. Kemungkinan lain anda sama sekali tidak peduli dengan apapun yang terkait dengan pendidikan, politik dan kebangsaan – alias anda tidak peduli apapun dalam kehidupan… silahkan lempar harian ini dan kembali melamun :p Nah, jika anda tahu @aniesbaswedan – apakah anda pernah mendengar beliau bicara, bertutur dan berekspresi di podium? Jika belum, saya anjurkan anda untuk segera buka youtube atau google dan ketik nama ini: Anies Baswedan. Saya pastikan anda akan memperoleh seabreg rujukan video hasil rekaman media atau individu yang menyaksikan langsung bagaimana beliau bicara. Rekaman video memang tidak bisa dibandingkan dengan mendengar langsung namun lumayan bisa memberikan gambaran.

Saya beruntung sudah berulang kali mendengar, menyimak dan memperhatikan beliau secara langsung dalam berbagai kesempatan. Dan pada setiap – ya, setiap kali kesempatan itu, pikiran dan hati selalu dipenuhi oleh berbagai rasa positif: kagum, riang gembira, peduli, berani, semangat dan harapan. Ini terjadi lagi saat saya mendampingi beliau dalam sebuah acara bertajuk #pedulipemimpin yang diadakan beberapa hari lalu. Sebagai orang yang sudah lumayan sering berinteraksi dengan mas Anies, sebenarnya tidak ada hal yang sama sekali baru dari apa yang diucapkan namun sama sekali tidak mengurangi intensitas perasaan yang saya rasakan. Lebih nyata lagi saat saya perhatikan ratusan pasang mata yang ada dalam ruangan itu tidak ada satupun yang bersuara, apalagi berbicara. Semua perhatian tertuju pada setiap kata yang meluncur dari mulut Anies Baswedan.

The stage is here and everywhere. Apa yang membuat seorang Anies Baswedan bisa sedemikian istimewa diatas panggung? Jika kabar atau informasi yang disampaikan tidak terlalu berpengaruh, apakah cara penyampaiannya yang piawai? Jika demikian apakah ini soal teknik bicara di hadapan publik? Bagaimana dengan bakat, pengetahuan atau pengalaman?

You do not need to demand attention when you deserve it. Cerita soal bagaimana Anies Baswedan memperoleh perhatian sedemikian besar terasa kontras dibandingkan dengan beragam upaya yang dilakukan banyak politisi untuk diperhatikan. Coba tonton sejenak acara2 program televisi yang menyuguhkan debat & diskusi terbuka – sebagian besar pembicara meminta perhatian dengan berteriak, menghardik dan marah-marah. Mereka cenderung mudah tidak disukai… atau dilupakan.

You hear the sound – You see the action – You feel the energy. Jadi apa rahasia Anies Baswedan? Sayang sekali saya masih belum tahu persis resepnya namun melalui observasi dalam setiap perjumpaan diatas dan diluar panggung, saya punya beberapa dugaan sementara: Pertama, Anies Baswedan diatas dan diluar panggung adalah pribadi yang sama persis. Ucapan diatas panggung bukan hasil latihan belaka, namun totalitas dari segala hal yang diyakini, dilakoni dan diperjuangkan dengan gigih dan terus menerus.

Kedua, setiap kata, kalimat dan pesan bukan jargon untuk dikagumi namun hasil sintesa dari segala hal yang dirasakan oleh Anies Baswedan. Singkatnya, beliau bukan sekedar merasakan ucapannya – namun sebaliknya, setiap ucapan beliau adalah cerminan dari energi yang dirasakannya.

Terakhir, beliau jujur apa adanya atas segala ragam emosi yang dirasakan – sehingga penyampaiannyapun juga dilandasi kejujuran yang sama. Inilah hasil pengamatan sejauh ini. Jika ada temuan lain, pasti akan saya laporkan.

Selamat mencoba tanpa harus berusaha jadi Anies Baswedan kedua. Maya Angelou, penulis idaman yang belum lama ini wafat menyitir dengan indah kalimat yang seringkali saya sampaikan: “It’s not what you say, it’s not what you do. It’s all about how you make them feel.” Sedikit tambahan berdasarkan tulisan ini: “And… say what you know and share how you feel – in total honesty.”

Bagaimana menurut Teman-teman? 🙂 Bisa colek kami di @ImpactFactoryID