Why Getting A Degree is Not Always the Answer?

February 28, 2014 | RENE

SCROLL TO READ

Anda punya gelar Sarjana atau paling tidak Diploma? Selamat. Artinya anda 1 dari 11 orang angkatan kerja yang beruntung bisa menikmati pendidikan tinggi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan total penduduk maka “keberuntungan” anda langsung meroket dengan menjadi bagian dari kelompok elit berpendidikan pasca SMA yang prosentasenya sekitar 5% saja. Jika anda berniat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi seperti S2 atau bahkan S3 maka anda anda akan masuk kelompok super elit yang baru beranggotakan kurang dari 60,000 orang Indonesia.

Jika melihat sekilas paparan statistik ini bisa jadi pendidikan tinggi adalah jawaban paling masuk akal untuk punya pekerjaan idaman, karier mentereng & kehidupan yang mengundang decak kagum. Tidak heran begitu banyak lembaga pendidikan berlomba-lomba menawarkan program pasca sarjana sebagai persyaratan kesuksesan. Coba perhatikan iklan-iklan pasca sarjana yang banyak memenuhi ruang media setiap kali musim kelulusan S1 menjelang. Pengaruh persepsi ini sedemikian hebat sehingga begitu banyak organisasi dan perusahaan mempersyaratkan kelulusan S2 untuk jabatan-jabatan tertentu. Sehingga terkesan tidak ada yang aneh saat banyak orang merasa belum mampu, belum layak dan belum PD (baca: percaya diri) dalam bekerja atau berbisnis sebelum punya ijazah pasca sarjana. Bagaimana menurut anda?

Education is about empowerment. Saya tidak mempermasalahkan upaya menggapai beragam gelar pendidikan tinggi. Saya sendiripun juga pernah merasakan tuntutan serupa. “Apa jadinya hidup kalau Sarjana saja tidak selesai?” Begitu komentar banyak orang setiap kali saya mengaku belum juga lulus setelah melewati 4 tahun periode wajar yang dibutuhkan untuk bisa punya gelar S1. Kalau dipikir bisa jadi saya memutuskan lulus tempo hari agar tidak terus menerus harus mendengar komentar macam itu 

Getting a degree is not the same as creating an ideal career for you. Kuliah pasti bermanfaat dalam memperluas cara pandang, mengasah ilmu dan menakar segala bentuk kebisaan yang dibutuhkan dalam pekerjaan, karier & kehidupan. Tidak salah. Tidak masalah. Tapi penting untuk diketahui bahwa kuliah – apalagi jika sekedar mengejar gelar sarjana – sama sekali tidak berkorelasi dengan upaya membangun karier ideal untuk anda. Hal ini perlu keterlibatan aktif anda untuk memahami passion, purpose, values & serangkaian langkah2 untuk mulai berkarya & berkreasi.

Education is not a passive process – it requires very active involvement on your part. Ekspektasi salah dalam menganggap pendidikan sebagai proses pasif hanya akan berujung pada kekecewaan dan frustasi. Mengalokasikan begitu banyak dana sekedar untuk menambah gelar tidak jauh berbeda dengan resiko membeli mobil secara online tanpa melihat langsung.

Real education is about real human interaction. Melalui riset yang dilakukan oleh anggota team termuda @ImpactFactoryID, @entang tercatat beberapa fakta ironis untuk melengkapi data pendidikan yang disajikan dalam paragraph awal tadi. Tercatat dari data BPS (Biro Pusat Statistik) jumlah pengangguran Sarjana adalah 11.17% dan pengangguran diploma 11.98% dari jumlah total masing-masing lulusan. Prosentase tersebut kurang lebih 5x lipat prosentase penggangguran SD. Sementara jumlah pengangguran SMA adalah sekitar 7.71%. Alasannya bisa banyak dan observasi lebih lanjut perlu dilakukan tapi indikasi jelas bahwa pendidikan tinggi belum tentu memberdayakan selama si empu penyandang gelar belum merasa berdaya.

Tulisan ini sama sekali bukan anjuran untuk melupakan perguruan tinggi atau tidak mempedulikan gelar sama sekali. Tulisan ini adalah ajakan untuk anda yang kebetulan sedang membacanya untuk memaknai kembali esensi pendidikan, terlebih pendidikan tinggi. Pendidikan tidak seharusnya memenjarakan, namun justru memerdekakan cara pandang atas apapun. Education (Latin: Educere) means to bring out, to pull out, to unleash from within – and those are the awesomeness in you!

  • karena pada dasarnya proses pembelajaran bisa datang dari mana saja 😀 baik lewat jalur akademik maupun profesional hehe