WANTED: Great Leaders – He / She Who Can Make Us Feel Bigger & Empowered!

February 20, 2014 | RENE

SCROLL TO READ

Saya yakin dimanapun anda, apapun yang anda kerjakan & beragam lambang-lambang kesuksesan yang anda miliki sekarang pasti didalamnya ada peran serta orang-orang lain yang turut merancang bangun kehidupan anda. Secara sadar atau tidak, percaya atau tidak, diakui atau tidak – anda pasti berhutang pada figur-figur yang membantu proses tumbuh kembang diri menjadi (lebih) keren. Bisa jadi mereka adalah orang tua, kakak, saudara, teman atau orang-orang yang tidak anda kenal dan tidak mengenal anda. Tapi bisa dipastikan mereka adalah pemimpin yang sudah membuka jalan, memunculkan peluang dan meninggalkan jejak untuk anda ikuti.

Bingung ya? Supaya lebih mudah dipahami saya coba menarasikannya dalam konteks cerita: Seorang @aniesbaswedan berniat menjadi bagian dari solusi masalah pendidikan saat menggagas Gerakan Indonesia Mengajar tahun 2009. Idenya adalah mengisi kekurangan guru SD (Sekolah Dasar) di pelosok Indonesia terutama diluar pulau Jawa melalui ajakan pada lulusan S1 untuk turun tangan terlibat langsung. Lima tahun kemudian, tahun ini (2014) gerakan ini sudah bergulir di ratusan desa dan belasan kabupaten. Saya bayangkan jika terdapat 1 anak saja yang terinspirasi pada masing-masing desa untuk jadi lebih berani dalam menggantungkan cita-cita mereka maka mereka akan jadi keren dan menjadikan bangsa ini juga lebih keren dalam hitungan belasan tahun kedepan. Mereka adalah kelompok yang “berhutang” pada gerakan ini dan penggagasnya.

Kalimat terakhir mungkin membuat anda mengernyitkan dahi – ya, berhutang! Pahami bahwa ini bukan bentuk hutang transaksional untuk dilunasi kepada Gerakan Indonesia Mengajar dan penggagasnya. Saya yakin sekali mereka adalah orang-orang terakhir yang merasa pantas saat saya menyebut kata “dihutangkan.” Namun “hutang” ini adalah untuk diakui, dimaknai dan sejalan dengan itu, dijadikan pemicu untuk berbuat sesuatu yang lebih dari sekedarnya dalam kehidupan mereka.

Hal ini adalah bentuk peran pemimpin dalam menjadikan orang lain lebih besar, lebih berhasil dan lebih keren. Tidak hanya berlaku untuk @aniesbaswedan dan Gerakan Indonesia Mengajar yang digagasnya namun juga pada banyak inisiatif keren lain seperti Akademi Berbagi yang dicetus @pasarsapi, TAKITA – platform digital pencari bakat anak besutan @bukik dan begitu banyak gerakan lain dalam masyarakat. Bahkan konon @aniesbaswedan juga memperoleh inspirasi mendirikan Gerakan Indonesia Mengajar dari salah satu dosennya, mendiang Prof. Koesnadi Hardjasoemantri – yang juga menjabat sebagai Rektor UGM kala itu. Mereka semua adalah para pemimpin yang memberdayakan.

2014 adalah tahun politik yang bising namun dengan 1 pesan mendasar yang sama: Kita semua mendambakan pemimpin bangsa yang keren. Bagi saya mereka bukan manusia-manusia yang muncul dalam spanduk dan iklan TV berisikan pesan “pilih saya dong!”. Namun Mereka adalah orang-orang yang sudah mengambil alih problem-problem bangsa ini. Mereka sudah membuka jalan, memunculkan peluang dan meninggalkan jejak untuk kita ikuti – jika kita menghendakinya.

Tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, terlebih soal pemimpin keren dalam segenap aspek kehidupan. Pemimpin keren tidak akan terpilih jika orang-orang keren – seperti anda yang sedang membaca kolom ini – tidak / belum peduli. Kenapa harus peduli? Bayangkan kita naik taksi tanpa peduli menyebut arah dan tujuan. Bayangkan kita membayarkan iuran bersama tanpa peduli hasil yang diharapkan. Taksi itu adalah negara Republik Indonesia. Iuran bersama adalah pajak-pajak yang kita bayarkan (kurang lebih iuran bersama selama 5 tahun 2014-2019 bakal bernilai Rp 10,000 trilyun). Jadi harus bagaimana? Silahkan tonton video #pemiyuk dengan memasukkan kata kunci tersebut di youtube. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?