Creation Space

December 24, 2013 | RENE

SCROLL TO READ

Creation Space adalah ruang yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang ada di dalam berkreasi. Kreasi atau karya adalah penghubung dari Interest dan Impact. Artinya, ketertarikan perlu diejawantahkan dalam bentuk karya nyata agar dapat memberi dampak positif. Tertarik tanpa karya, tidak cukup, sebagaimana Output tanpa Impact.
Ada dua hal yang menentukan dimana persisnya karya tertentu dari seseorang berada dalam Creation Space: seberapa ia otentik dengan dirinya (Authenticiy), dan seberapa besar relevansi karyanya terhadap penggunanya (Relevance).

Dalam cara pandang Authenticity, aktivitas untuk menghasilkan karya memerlukan lebih dari sekadar suka. Kesukaan perlu dikaji agar menjadi ketrampilan (Skill), dan ketrampilan memerlukan waktu & lingkungan yang tepat (Habitat) untuk mencapai kemahiran (Mastery). Makin tinggi kemahiran seseorang di dalam menghasilkan karyanya, maka sebenarnya semakin ia menjadi diri sejatinya. Semakin otentik orang akan dirinya, makin mudah ia mentransformasikan Interest menjadi Skill dan Skill menjadi Mastery.

Dalam cara pandang Relevance, karya bisa menjadi sekadar hasil (Any Output), atau mampu memberikan dampak positif (Impactful Output), atau bahkan karya yang dihasilkan dapat diterima oleh penggunanya, sebagai produk yang bermakna (Meaningful). Bermakna dalam arti karya tersebut dilihat dari perspektif keperluan (Needs), keinginan (Wants), dan nilai kehidupan (Values) penggunanya. Semakin bermakna dan berdampak positif hasil karya seseorang, semakin relevan (Relevance) karya tersebut bagi penggunanya.

Coba di-RASA-kan:
Apa yang membuat Skill tercipta, padahal hanya berawal dari Interest? Bagaimana Skill bisa menajam hingga Mastery dicapai?
Colek saya di @ivandeva dengan #Nyala!

Tulisan ini merupakan bagian dari serial tulisan #Nyala yang dimulai dari sini.