Re-Interpretation

December 20, 2013 | RENE

SCROLL TO READ

Seperti sudah dibahas sebelumnya, norma yang cenderung berlaku adalah: Activity & Output merupakan barometer kesuksesan. Namun sebagaimana norma yang lainnya, setiap orang dapat saja melakukan interpretasi ulang akan norma yang ada. Interpretasi ulang merupakan cikal bakal pertumbuhan dan inovasi.

Pemicu dari interpretasi ulang ini bisa bermacam-macam. Tapi apapun itu, bisa disimpulkan dalam satu kalimat: hadirnya KESADARAN. Ketika kita sadar, disadarkan, atau ingin sadar tentang kita itu siapa, maka kita mulai mendefinisikan ulang hal yang harus kita lakukan (Activity) dan hal yang harus kita hasilkan (Output).

Dengan hadirnya kesadaran, kita merasa bahwa aktivitas akan dinikmati jika kita menyukainya – INTEREST, dan hasil akan jauh memberi semangat jika dampaknya besar – IMPACT. Karenanya, kedua hal ini – Interest & Impact – bagi sebagian orang, merupakan barometer kesuksesan yang ‘baru’. Bayangkan, kita melakukan aktifitas yang kita suka, dan hasilnya memberikan dampak positif.

Tidak semua kegiatan kita merupakan hal yang kita suka, dan tidak semua yang dihasilkan memberikan dampak. Di dalam diri kita, akan terjadi ‘creative tension’, tarik menarik antara Interest dan Activity, dan tarik menarik antara Impact dan Output.

Coba di-RASA-kan:

Apa yang membuat kita memilih Interest dibandingkan Activity? Apa yang membuat kita memilih Impact dibandingkan Output?

Colek saya di @ivandeva dengan #Nyala!