OUTPUT

December 16, 2013 | RENE

SCROLL TO READ

Sukses merupakan kata abstrak, bersifat personal, serta sarat akan bias norma masyarakat. Bagaimana mengukurnya? Ada yang mengukur sukses hidup berdasarkan pekerjaannya. Seorang Sales Manager, mungkin akan mengukur suksesnya dengan ‘quota’-nya. Ada pula yang berdasarkan kesukaannya. Seorang petualang, misalnya, memiliki ukuran sukses dalam bentuk jumlah negara yang ia kunjungi. Ada pula yang mendefiniskan sukses dari banyaknya kekayaan yang ia tumpuk, terlepas dari apapun kegiatannya.

Sepertinya norma yang ada mengajak kita untuk mengukur sukses dengan Output – apa yang kita hasilkan. Kecenderungan ini sudah tertanam puluhan tahun, sebagaimana Ranking dan Cum Laude di dunia pendidikan. Yang membuat kita tidak #Nyala! adalah sukses kita cenderung didefinisikan oleh orang lain. Mengacu pada contoh diatas, Sales Manager belum tentu merasa sukses dengan capaian quota-nya. Murid belum tentu merasa sukses dengan gelar Cum Laude nya.

Saatnya kita menentukan sendiri Output kita dengan benar, agar kita #Nyala!